Filipina selenggarakan referendum untuk otonomi di wilayah selatan

Manila (Antara/Reuters) – Kaum Muslim di Filipina selatan memberikan suara, Senin (21/1), untuk referendum otonomi yang sudah lama dinantikan, puncak dari proses peramaian dan mengakhiri konflik puluhan tahun di wilayah yang miskin, dan banyak kelompk Islam garis kerasnya.

Sekitar 2,8 juta rakyat di wilayah Mindanao yang gampak memanas, diminta menjawab apakah mendukung rencana kelompok sempalan dan pemerintah yang akan menciptakan kawasan pemerintahan otonomi atau yang dikenal dengan nama Bangsamoro (negara Moro), mengacu pada nama yang diberikan penjajah Spanyol.

Jawaban “setuju” jelas sangat diharapkan untuk melimpahkan kekuasaan eksekutif, legislatif dan keuangan di kawasan konflik yang selama 40 tahun terakhir telah kehilangan lebih dari 120.000 nyawa, dan menyebabkan wilayah itu menjadi daerah termiskin di Asia serta riskan disusupi kelompok radikal.

Pemerintah pusat akan tetap memegang peran dalam pertahanan, keamanan, kebijakan luar negeri dan kebijakan keuangan serta menunjuk otoritas peralihan yang dijalankan Fron Pembebasan Islam Moro yang (MILF) kelompok sempalan yang diperkirakan akan mendominasi penataan baru setelah pemilu 2022.

“Kami yakin bahwa suara `setuju` akan menang,” kata ketua MILF Murad Ibrahim kepada CNN Filipina, Senin (21/1).

“Jika tidak ada manipulasi, tidak ada intimidasi, maka akan ada persetujuan yang luar biasa,” dia menambahkan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerlukan dukungan yang besar, meskipun masih populer di antara rakyat, namun sejauh ini dia perlu berjuang untuk menempatkan ambisi kebijakannya.

Hasil pemungutan suara diperkirakan akan diketahui pada Jumat (25/1).

Meskipun rencana Bangasmoro dirundingkan pendahulunya, Duterto yang pernah menjabat walikota Davao di Mindanao selama 22 tahun, dipuji karena berhasil mendapatkan dukungan kongres, yang tidak didapatkan pemerintahan sebelumnya.

Pekan lalu Duterte mendesak para pemilih untuk menyetujui rencana itu, serta meyakinkan bahwa mereka menginginkan perdamaian, pembangunan dan kepemimpinan daerah yang “sangat mewakili dan memahami kebutuhan masyarakat Muslim.”

Para penyokong rencana itu mengatakan, ini akan memberikan amanat pada daerah dengan tingkat pekerja, pendadapatan, pendidikan dan pembangunan paling rendah di negara yang mayoritas Katolik itu dan yang selama ini dieksploitasi para bajak laut, penculik, kelompok bersenjata yang menyatakan setia pada kelompok ISIS.

MILF mencela para esktrimis dan mengatakan kekecewaannya atas proses devolusi yang lambat sebagai faktor penyebab pendudukan Kota Marawi oleh kelompok pemberontak yang setia pada ISIS pada 2017. Militer Filipina memerlukan waktu lima bulan untuk menghancurkan kelompok pemberontak melalui serangan besar-besaran dari darat dan udara.

Sejak saat itu, seluruh wilayah Mindanao berada dalam status darurat militer.

MILF dan pemerintah berharap bahwa otonomi akan mengarah pada investasi yang lebih besar bagi pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam, memperluas ekspor buah-buahan dan nikel, serta pengembangan industri minyak kelapa.

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taliban tewaskan belasan pasukan keamanan di pangkalan militer Afghanistan

Kabul, Afghanistan (Antara/Reuters) – Pemerintah Afghanistan mengatakan Taliban menewaskan sedikitnya 12 anggota pasukan keamanan dalam serangan bom mobil di pangkalan militer di Provinsi Maidan Wardak pada Senin (21/1).

Dua pria bersenjata yang berusaha memasuki komplek ditembak mati, seperti yang diungkap juru bicara gubernur Provinsi Maidan Wardak, Mohebullah Sharifzai.

“Mobil (ke dua), yang dilengkapi alat peledak, juga ditemukan dan dijinakkan,” kata dia.

Direktur kesehatan provinsi Mohammad Salem Asgharkhil mengatakan 28 anggota pasukan keamanan yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit.

“Melihat kerusakannya, jumlah korban tewas kemungkinan bertambah dan tim kesehatan kami masih melakukan pencarian korban,” kata juru bicara itu kepada Reuters.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang Juru bicara Taliban di Afghanistan, Zabihullah Mujahid, sebut telah menewaskan atau melukai puluhan orang.

Gerilyawan menggencarkan serangan dalam beberapa bulan terakhir dalam upaya menggulingkan pemerintah yang didukung Negara Barat dan mengembalikan hukum Islam garis keras versi mereka, bahkan saat pembicaaan dengan Amerika Serikat yang berupaya mengakhiri perang selama 17 tahun dipercepat.

Berada di lokasi yang strategis di sepanjang rute yang menghubungkan Kabul ke bagian selatan, Maidan Wardak menjadi tempat ajang pertunjukkan bom bunuh diri di ibu kota oleh gerilyawan yang mempunyai kendali atas desa-desa pegunungan terdekat.

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua awak hilang setelah kapal bocor di Fujian

Beijing, China (ANTARA News) – Sebanyak 11 awak kapal berhasil diselamatkan, namun dua lainnya masih belum ditemukan setelah satu kapal kargo mengalami kebocoran di perairan laut Provinsi Fujian, China, Senin (21/1).

Kantor SAR Donghai yang berada di bawah pengawasan Kementerian Perhubungan China menyebutkan kebocoran lambung kapal kargo terjadi di wilayah perairan Kabupaten Dongshan, Provinsi Fujian, pada pukul 04.00 waktu setempat (03.00 WIB).

Seluruh awak kapal yang berjumlah 13 orang meninggalkan kapal dan mencebur ke laut untuk menyelamatkan diri, demikian laporan media resmi setempat.

Biro SAR mengerahkan satu unit helikopter dan satu unit kapal penyelamat ke lokasi kejadian.

Di tengah angin kencang, para personel SAR berhasil mengangkat lima awak kapal yang terkatung-katung di tengah samudera dengan menggunakan helikopter.

Sementara enam lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal milik SAR untuk dibawa ke daratan terdekat.

Sampai saat ini, personel SAR masih terus berupaya melakukan pencarian dua awak kapal lagi yang belum ditemukan.

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

8 anggota pasukan keamanan Afghanistan gugur dalam serangan bom mobil

Kabul (ANTARA News) – Serangan bom mobil atas konvoi gubernur Provinsi Logar, di bagian selatan Afghanistan, menewaskan sedikitnya delapan anggota pasukan keamanan negara itu pada Ahad pagi tetapi kepala intel tingkat provinsi selamat tanpa cedera, kata para pejabat setempat.

Shahpoor Ahmadzai, juru bicara Kepolisian Provinsi Logar, mengatakan pembom meledakkan mobil yang berisi bahan peledak dekat konvoi gubernur di jalan bebas hambatan utama antara Logar dan Kabul, ibu kota Afghanistan.

“Dalam serangan itu 10 orang lainnya luka-luka, dan jumlah korban mungkin meningkat” kata Ahmadzai, dengan menambahkan bahwa kepala intelijen provinsi Afghanistan juga berada dalam konvoi tersebut tetapi tidak cedera.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan dalam pernyataan bahwa kelompok itu bertanggung jawab atas ledakan tersebut dan sejumlah besar anggota pasukan khusus Afghanistan terbunuh atau cedera.

Logar, yang terletak sekitar 75 kilometer dari Kabul, dikenal sebagai pintu gerbang strategis ke ibu kota dan rentan atas serangan-serangan karena kehadiran Taliban di sebagian besar kawasan provinsi tersebut.

Kelompok militan itu meningkatkan serangan-serangan di provinsi-provinsi strategis dalam beberapa bulan belakangan dan bertujuan mengusir pasukan asing, menggulingkan pemerintah dukungan Barat dan memulihkan versi mereka dalam menerapkan hukum Islam yang keras, bahkan sementara pembicaraan perdamaian berlangsung dengan Amerika Serikat, demikian Reuters.

(Uu.M016/M007)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hampir tiga miliar perjalanan diperkirakan terjadi selama imlek di China

Beijing (ANTARA News) – Hampir tiga miliar trip dengan berbagai moda transportasi diperkirakan terjadi selama musim liburan Imlek di China pada 21 Januari-1 Maret 2019.

Mayoritas para pemudik Imlek yang disebut dengan “chunyun” itu menggunakan kereta api dan pesawat terbang.

“Kami sudah melakukan persiapan untuk memastikan bahwa musim mudik terbesar di dunia ini berlangsung lancar,” kata Wakil Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi China (NDRC) Lian Weiliang sebagaimana dikutip media resmi setempat, Sabtu.

Pihaknya memperkirakan 2,99 miliar perjalanan pada Imlek tahun ini atau naik 0,6 persen dibandingkan dengan jumlah trip selama Imlek tahun lalu.

Perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi diperkirakan mencapai 2,46 miliar trip atau turun 0,8 persen, namun untuk kereta api bakal mencapai 413 juta selama periode tersebut atau naik 8,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Pesawat terbang juga bakal kebagian 73 juta trip atau naik 12 persen, sedangkan kapal laut sama dengan tahun lalu pada kisaran 43 juta trip.

Menurut Lian, otoritas transportasi telah menyiapkan moda transportasi yang memadai untuk mengatasi lonjakan penumpang saat ratusan juta warga China mudik atau liburan ke luar negeri.

“Hampir tiga juta trip selama 40 hari itu akan menjadi ujian berat bagi departemen kami,” kata Liu Xiaoming, pejabat Kementerian Perhubungan China.

Pengamat transportasi dari China Academy of Transportation Yang Xinzheng berpandangan bahwa pembangunan jalur tranportasi dalam berbagai moda sangat penting dalam mengantisipasi menurunnya pengguna jalan raya selama “chunyun”.

Baca juga: Puluhan kapal-helikopter amankan jalur mudik Imlek di China

Beberapa ruas jalur kereta api cepat telah beroperasi beberapa tahun yang lalu sehingga menarik minat masyarakat setempat beralih menggunakan moda transportasi tersebut.

Larangan menggunakan bus untuk perjalanan sejauh lebih dari 800 kilometer yang diberlakukan sejak 2014 juga mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Wakil GM Perusahaan Kereta Api China (CRC) Li Wenxin menyebutkan bahwa dengan dioperasikannya jalur kereta api baru sepanjang 4.683 kilometer, termasuk 4.100 kilometer di antaranya khusus untuk kereta cepat pada tahun lalu itu dapat membantu mengatasi lonjakan arus mudik.

Untuk meningkatkan daya tampung kereta api, 4.787 rangkaian kereta telah beroperasi sebelum musim mudik dan 4.860 rangkaian kereta api akan beroperasi selama musim mudik.

Baca juga: Pariwisata China raup Rp175 triliun hari pertama Imlek

Selain itu, lebih dari 100 rangkaian kereta api cepat tambahan akan beroperasi setiap malam selama “chunyun” itu, demikian Li.

Untuk meningkatkan pelayanan pembelian tiket selama musim mudik Imlek, CRC telah menyediakan fasilitas baru di platform pemesanan 12306.cn berupa pengalokasian otomatis tiket-tiket yang dibatalkan kepada para pembeli yang telah membayar deposit.

Hingga Kamis (17/1), fasilitas baru itu telah menerima 294 ribu pembayaran deposit dan lebih dari 60 persen telah mendapatkan tiket.

Wakil Kepala Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) Dong Zhiyi menyebutkan bahwa dalam situasi normal terdapat 15.600 jadwal penerbangan setiap hari.

Pada musim mudik Imlek pihaknya telah menjadwalkan 35.000 penerbangan setiap hari.

Untuk mengatasi kepadatan arus mudik selama 40 hari penuh, lanjut Dong, sejumlah penerbangan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 01.00 hingga 06.00 hari berikutnya di 10 bandar udara tersibuk, seperti Shanghai Pudong, Shenzhen, Guangzhou, dan Sanya.

Untuk melayani warga Taiwan yang hendak mengunjungi sanak dan leluhurnya di China selama Imlek, sebanyak 1.126 jadwal penerbangan telah disetujui melintasi wilayah udara Selat Taiwan pada 22 Januari-19 Februari 2019. (T.M038/M007)

Penyunting: Maria Dian A.

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taliban Afghanistan tolak pertemuan dengan utusan AS di Pakistan

Peshawar (ANTARA News) – Taliban Afghanistan membantah laporan di media Pakistan bahwa mereka siap melanjutkan pertemuan dengan utusan khusus Amerika Serikat, Zalmay Khalilzad, di Islamabad.

Mereka menegaskan kembali penolakan untuk berurusan langsung dengan pemerintah Afghanistan.

Beberapa surat kabar dan stasiun televisi Pakistan melaporkan kemungkinan akan diadakannya pertemuan di Islamabad menyusul diskusi yang dilakukan antara Khalilzad dan pejabat Pakistan, termasuk Perdana Menteri Imran Khan pada Jumat, demikian Reuters melaporkan.

Sejumlah pemimpin senior Taliban mengatakan bahwa beberapa negara regional seperti Pakistan telah mendekati mereka dan ingin agar mereka bertemu dengan delegasi AS di Islamabad dan juga melibatkan pemerintah Afghanistan dalam proses damai, tetapi pendekatan tersebut telah ditolak.

Baca juga: Hekmatyar minta Taliban bergabung dalam pemilihan umum mendatang

“Kami ingin menjelaskan bahwa kami tidak akan menggelar pertemuan apa pun dengan Zalmay Khalilzad di Islamabad,” kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujadih, dalam sebuah pernyataan.

Pembicaraan antara kedua belah pihak terhenti setelah Taliban menuding Khalilzad menyalahi agenda yang disepakati dan tidak ada kejelasan kapan pembicaraan itu kemungkinan akan dilanjutkan.

“Kami telah menjelaskan lagi dan lagi bahwa kami tidak akan pernah menggelar pertemuan apa pun dengan pemerintah Afghanistan karena kami tahu bahwa mereka tidak mampu memenuhi tuntutan kami,” kata salah satu pemimpin senior Taliban, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

AS mengatakan penyelesaian apa pun yang dicapai di Afghanistan harus dilakukan oleh pemerintahan Afghanistan yang diakui masyarakat internasional dan Taliban, yang sejauh ini menolak berbicara dengan pemerintahan yang mereka anggap sebagai rezim boneka yang tidak sah.

Baca juga: Amerika Serikat siap berunding langsung dengan Taliban di Afghanistan

Pemimpin Taliban mengatakan pembicaraan tentang perdamaian dengan delegasi AS dapat dilanjutkan jika mereka diyakinkan bahwa hanya tiga isu yang akan dibahas – penarikan AS dari Afghanistan, pertukaran tahanan dan pencabutan larangan terhadap pergerakan para pemimpin Taliban.

Khalilzad tiba di Islamabad pada Kamis dan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan serta Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi serta pejabat lainnya.

“Kedua belah pihak meninjau ulang pembangunan pos Abu Dhabi, untuk melanjutkan proses perdamaian di Afghanistan,” demikian menurut pernyataan dari sebuah kantor asing. Delegasi Taliban Afghanistan telah menggelar serangkaian pembicaraan pada bulan lalu dengan pejabat AS di Abu Dhabi.

Pernyataan tersebut tidak merinci isi pembicaraan itu, tetapi beberapa saluran televisi setempat melaporkan bahwa Pakistan sepakat untuk menyelenggarakan putaran perundingan mendatang antara Taliban Afghanistan dan AS di Islamabad.

Khalilzad, diplomat veteran AS kelahiran Afghanistan yang pernah menjabat sebagai duta besar untuk Afghanistan, Irak dan PBB di masa pemerintahan George W. Bush, empat bulan lalu ditunjuk oleh pemerintahan Trump sebagai utusan khusus untuk menegosiasikan perdamaian.

Washington telah lama mendorong Islamabad untuk membujuk para pemimpin Taliban, yang menurut mereka berbasis di Pakistan, agar duduk bersama di meja perundingan.

Mereka sering menuduh negara Asia selatan itu secara diam-diam melindungi para pemimpin Taliban, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad.

AS, yang telah mengerahkan lebih dari 100.000 personel di Afghanistan pada puncaknya selama masa jabatan pertama mantan presiden Barack Obama, menarik sebagian besar personel tersebut pada 2014 tetapi masih mempertahankan sekitar 14.000 personel di sana.

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia dorong penyelesaian konsep Indo-Pasifik ASEAN

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia mendorong penyelesaian konsep ASEAN mengenai arsitektur regional Indo-Pasifik sesuai dengan prinsip dan ruang lingkup kerja sama yang telah disampaikan Indonesia.

Dorongan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan ASEAN Foreign Ministers Retreat (AMM Retreat) di Chiang Mai, Thailand pada Jumat (18/1).

“Indonesia menyambut baik kontribusi dan masukan anggota ASEAN yang telah memperkaya konsep Indo-Pasifik ASEAN. Di tengah dinamika kawasan, konsep kerja sama Indo-Pasifik ASEAN akan mengukuhkan sentralitas ASEAN dalam berkontribusi bagi stabilitas dan kesejahteraan kawasan secara berkelanjutan,” ujar Menlu Retno.

Berbagai kemajuan telah dicapai dalam pembahasan konsep Indo-Pasifik oleh negara-negara anggota ASEAN dan diharapkan konsep Indo-Pasifik tersebut dapat disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan datang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2019 mengajak negara-negara anggota ASEAN dan mitranya untuk bersama Indonesia mengembangkan konsep kerja sama Indo-Pasifik.

“Indonesia bersama dengan negara anggota ASEAN mengajak semua mitra untuk terus mengembangkan konsep kerja sama Indo-Pasifik,” kata Menlu Retno.

Pemerintah Indonesia memandang bahwa ASEAN harus proaktif dalam menyikapi perkembangan dan perubahan strategis di kawasaN serta harus selalu menjadi penggerak perubahan di kawasan, termasuk kawasan Indo-Pasifik.

“Bagi Indonesia, dua Samudra, Pasifik dan Hindia adalah Single Geo-Strategic Theatre. Kita perlu menjaga stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik,” ujar Menlu Retno.

Menlu RI menekankan bahwa Indonesia ingin mengajak semua negara anggota ASEAN dan mitranya untuk bersama-sama memastikan agar Samudra Hindia dan Pasifik tidak dijadikan kawasan untuk ajang perebutan sumber daya alam, pertikaian wilayah dan supremasi maritim.

“Dalam konteks itulah, Indonesia mengembangkan konsep kerjas ama Indo-Pasifik,” ucap Retno.

Konsep kerja sama Indo-Pasifik versi Indonesia pun telah dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan East Asia Summit pada November 2018 di Singapura.

Baca juga: Menlu RI sebut pentingnya milenial dalam pembangunan komunitas ASEAN

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menlu RI sebut pentingnya milenial dalam pembangunan komunitas ASEAN

Jakarta (ANTARA News) – Negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk mendorong kerja sama berkelanjutan dalam upaya menciptakan stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara antara lain melalui pembangunan komunitas ASEAN dengan meningkatkan peran milenial.
 
Kesepakatan untuk mendorong kerja sama berkelanjutan itu dicapai oleh para menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan ASEAN Foreign Ministers Retreat (AMM Retreat) di Chiang Mai, Thailand pada Jumat (18/1) yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diterima Antaranews, di Jakarta, Sabtu, menyebutkan dalam pertemuan AMM Retreat itu, para menlu negara ASEAN membahas program kerja dan prioritas ASEAN di bawah kepemimpinanThailand untuk tahun 2019, dengan tema “Memajukan Kemitraan untuk Keberlanjutan” (Advancing Partnership for Sustainability).

Sejalan dengan tema yang diusung, AMM Retreat membahas berbagai isu terkait pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan konektivitas.

Dalam upaya menghadapi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan, para Menlu ASEAN sepakat untuk mendorong komplementaritas dan kerja sama lebih erat untuk mencapai Visi Komunitas ASEAN 2025 dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Para Menlu ASEAN juga membahas proses Pembangunan Komunitas ASEAN, termasuk melalui upaya untuk meningkatkan pengetahuan di masyarakat mengenai ASEAN. Terkait hal itu, ASEAN akan membentuk Network of ASEAN Association guna meningkatkan kesadaran mengenai ASEAN di seluruh negara anggota, dengan melibatkan para akademisi dan organisasi masyarakat. 

Dalam pembahasan tentang Pembangunan Komunitas ASEAN, Menlu RI menekankan pentingnya melibatkan peran milenial dalam upaya memperkuat proses pembangunan komunitas. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan tidak hanya kesadaran, namun juga rasa menjadi bagian dari komunitas ASEAN di kalangan generasi muda. 

“Salah satu cara Indonesia untuk meningkatkan kepedulian generasi muda dan milenial kepada ASEAN adalah dengan memilih Duta Muda ASEAN setiap tahun,” tutur Menlu Retno.

Saat membahas program kerja ASEAN 2019, Pemerintah Indonesia mendorong agenda pengarusutamaan peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan kawasan. 

Menlu RI menekankan bahwa perempuan memiliki berbagai keunggulan yang dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan. Selanjutnya, pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan Pelatihan Regional mengenai Perempuan, Perdamaian dan Keamanan pada Maret 2019. 

Beberapa isu lain yang mendapat perhatian Menlu ASEAN, antara lain upaya percepatan penyelesaian tata perilaku di Laut China Selatan (Code of Conduct in the South China Sea) serta perkembangan situasi di Rakhine State, Myanmar dan peran Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan (AHA center).

Baca juga: Kemenpar targetkan 50 persen wisman ke ASEAN kunjungi Indonesia

Baca juga: Bursa Wall Street menguat, saham Boeing dan Caterpillar melonjak

Baca juga: Harga minyak melonjak, OPEC rinci rencana pemangkasan produksi

Baca juga: Dolar menguat, investor optimis kemajuan negosiasi perdagangan AS-China

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham lanjutkan penguatan

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vietnam bersiap menyambut Kim Jong Un

Hanoi, 17/1 (Antara/Reuters) – Hanoi sedang bersiap untuk menyambut Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam kunjungan kenegaraan, menurut dua sumber Reuters.

Sementara itu, para pejabat dan diplomat mengatakan bahwa tampaknya Vietnam akan menjadi tuan rumah pertemuan kedua antara Kim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebuah sumber yang paham akan persoalan tersebut mengatakan bahwa Kim akan melakukan perjalanan ke Vietnam untuk lawatan kenegaraan setelah perayaan tahun baru Imlek 4-8 Februari.

Sumber lain membenarkan rencana kunjungan Kim itu namun tidak memberitahukan tanggalnya.

AS dan Korea Utara mengadakan perundingan tingkat tinggi di Washington pekan ini untuk membahas pertemuan puncak yang kedua antara Trump dan Kim guna mencari kesepakatan “sementara” untuk revitalisasi perundingan nuklir, menurut media Korea Selatan.

Vietnam, negara komunis yang memiliki hubungan yang baik dengan Korea Utara maupun AS, sudah disebut-sebut akan menjadi tempat pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Negara di Asia Tenggara itu bersedia menjadi tuan rumah pertemuan puncak karena ingin menunjukkan normalisasi hubungannya dengan AS, negara musuhnya pada masa Perang Vietnam, sumber di pemerintah dan diplomatik Vietnam mengatakan kepada Reuters.

Sumber di Vietnam tidak mengonfirmasi apakah kunjungan Kim itu akan dikaitkan dengan pertemuan puncak AS-Korut.

Media massa disensor dengan ketat di Vietnam dan Partai Komunis yang berkuasa tetap melakukan pengendalian informasi dengan sangat ketat.

Pejabat yang memberi informasi kepada Reuters juga meminta tidak disebutkan namanya karena situasi yang peka.

Juru bicara di Kedutaan Besar AS di Hanoi mengatakan kedutaan tidak memiliki informasi untuk disampaikan terkait tempat pertemuan puncak dan menyarankan untuk mengajukan pertanyaan tersebut ke Gedung Putih.

Trump, kepada wartawan di Washington pada 6 Januari, mengatakan bahwa AS dan Korut sedang merundingkan tempat pertemuan puncak kedua. Ia menolak memberikan keterangan lebih lanjut.

Kim dan Trump bertatap muka dalam pertemuan bersejarah di Singapura pada Juni namun sejak itu sulit mencapai kemajuan dalam masalah denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Pejabat tinggi Korea Utara, termasuk mantan kepala mata-mata Kim Yong Choi, terlihat berada di bandara Beijing pada Kamis, dan diyakini sedang dalam perjalanan menuju AS untuk pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, juga kemungkinan dengan Trump.

Mengenai pertanyaan soal kemungkinan pertemuan tingkat tinggi akan berlangsung pekan ini, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan “Tidak ada pengumuman soal pertemuan.”

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selandia Baru usir sekelompok wisatawan Inggris

Wellington, 17/1 (Antara/Reuters) – Sekeluarga wisatawan asal Inggris diminta meninggalkan Selandia Baru setelah mereka dilaporkan mengutil, membuang sampah sembarangan dan mengancam warga serta menyebabkan kekacauan, Imigrasi menyatakan, Kamis (17/1).

Keluarga yang melakukan perjalanan dengan paspor Inggris itu terlibat dalam banyak peristiwa di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, dan di Hamilton, pekan ini, hingga membuat masyarakat Selandia Baru terguncang.

Peter Devoy, asisten manajer Imigrasi Selandia Baru (INZ), mengatakan kepada Reuters bahwa lima orang dari kelompok wisatawan itu sudah mendapat surat pemberitahuan deportasi, yaitu surat pertama dalam proses pengusiran.

Masing-masing mereka dapat mengajukan banding terhadap perintah deportasi tersebut dan hanya akan dapat dideportasi jika mereka setuju untuk tidak menggunakan hak banding atau bila hak bandingnya kedaluwarsa, Devoy menyatakan dalam surel.

Kelompok tersebut, yang termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi berita utama di surat kabar Selandia Baru setelah membuang sampah sembarangan di pantai North Shore di Auckland dan mengancam penduduk.

Gambar video yang ditayangkan di Facebook memperlihatkan seorang anak, ketika diminta seorang perempuan untuk memungut sampahnya, menjawab dengan mengatakan bahwa dia akan “menghancurkan kepalamu”.

Polisi dipanggil pada hari itu juga pegawai Burger King di kota Hamilton, yang berjarak 130 km selatan Auckland, dengan laporan bahwa sekelompok wisatawan asing menimbulkan keributan.

Mereka juga dipergoki berada di sejumlah kafe dan rumah makan di pusat bisnis Auckland. Para pemilik tempat makan mengeluh karena mereka melenggang keluar tanpa membayar makanan, atau melecehkan para pegawai.

Seorang perempuan dalam kelompok itu pada Rabu dihukum karena mengambil sekaleng Red Bull, kacamata dan tali bernilai 37,41 dolar AS (sekitar 530 ribu rupiah) dari satu tempat pengisian bensin.

Petugas imigrasi mendatangi mereka pada Rabu, setelah diliput liputan media besar-besaran, dan petugas menyerahkan surat pemberitahuan deportasi.

Devoy mengatakan bahwa surat pemberitahuan deportasi dapat diterbitkan dengan beberapa alasan termasuk urusan tabiat.

“INZ mengetahui bahwa para wisatawan tersebut berniat meninggalkan Selandia Baru pekan depan,” katanya.

Salah seorang dari wisatawan itu mengatakan kepada wartawan awal pekan ini bahwa mereka akan memangkas masa liburan dan pulang ke negaranya karena merasa “tidak diterima” di Selandia Baru.

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mantan dirut BUMN China serahkan diri

Beijing (ANTARA News) – Mantan direktur utama salah satu badan usaha milik negara di Provinsi Hainan, China, menyerahkan diri di Beijing, Rabu (16/1), setelah hampir 16 tahun bersembunyi di luar negeri.

Wang Junwen yang juga mantan pejabat senior Partai Komunis China (PKC) di Provinsi Hainan itu dituduh menerima suap.

Pria berusia 67 tahun itu merupakan buronan keenam yang kembali ke China secara sukarela setelah Komite Pusat PKC Bidang Pengawasan Disiplin (CCDI) mengeluarkan kebijakan repatriasi terhadap para buronan dan penyelamatan aset oleh negara.

Kebijakan tersebut ditujukan terhadap 50 buronan kasus suap dan korupsi di China, tulis media resmi setempat, Kamis.

Pihak CCDI menyatakan bahwa Wang bersikap kooperatif saat mengembalikan semua hartanya yang diperoleh secara tidak sah.

Sejumlah media setempat juga menurunkan foto-foto Wang saat menuruni anak tangga pesawat China Southern Airlines dikawal dua petugas berpakaian sipil.

Foto Wang menandatangani dokumen pengembalian harta kekayaannya yang didapat secara ilegal juga terpampang di sejumlah media. (T.M038)

(T.M038/B/F001/F001) 17-01-2019 13:29:40

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita kerinduan pada perdamaian Korea di seputar meja budejige

(ANTARA News) – Kepopuleran budaya Korea di dunia tampaknya sudah tidak bisa diragukan lagi. Bukan hanya yang bersifat seni pop, drama atau fashion, namun juga kulinernya, dari jajanan pinggir jalan hingga restoran mewah, hampir semuanya terkenal enak.

Ketika Antara berkesempatan mengunjungi ibu kota Korea Selatan, Seoul, sebagai salah satu peserta program liputan dari Meridian International Center pada akhir November 2018 lalu, musim dingin baru saja tiba. Pemandu program di Seoul, Sophia Park, pun mengusulkan budaejjigae (baca: budejige) untuk menghangatkan badan para peserta yang sebagian besar berasal dari kawasan tropis Asia Tenggara.

Kepopuleran budejige saat musim dingin di Korea mungkin bisa ditandingi bakso hangat saat musim hujan di Indonesia. Terbukti, di kawasan ramai Myeongdong, Seoul, berjajar aneka restoran bujigae yang dipenuhi pelanggan.

Begitu memasuki salah satu restoran itu, kepulan asap dari sepanci kuah budejige mulai menghangatkan tubuh para jurnalis, yang sebelumnya sempat membeku di suhu udara -2 derajat Celcius di pegunungan Paju, Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara, pada 30 November 2018.

Sepanci besar aneka isi sup yang dipilih sesuka hati, mulai dari isi dasar sup, yakni daging sapi, daging babi, atau makanan laut, lalu menu tambahan aneka sayuran, mie ramen, sohun, udon, tteoppokki (baca: topokki) si kue beras, hingga keju leleh, bisa dimasukkan ke dalam budejige.

Budejige yang secara harfiah berarti army stew atau dalam Bahasa Indonesia dipadankan sebagai “makanan tentara” itu, kata Sophia, konon mulai populer saat perang saudara berakhir pada 1953 dan rakyat Korea Selatan kesulitan pangan sehingga memasukkan apa saja sebagai rebusan. Makanan ini populer hingga kini, saat para pemuda Korea Selatan menjalani wajib militer.

Bahkan, asal-muasal keju menjadi salah satu isian favorit budejige karena tentara Amerika Serikat yang ditempatkan bersama sekutu lainnya di Korea Selatan pascaperang, kangen citarasa kampung halaman sehingga menambahkan aneka keju ke dalam panci sup yang dinikmati bersama dengan rekan Korea Selatan mereka.

Di masa kini, bagi pengunjung Muslim bisa memilih isi sup dasar makanan laut, dan tidak perlu khawatir karena ada kuah sup yang berbahan dasar susu kedelai.

Selanjutnya, tunggu hingga kuah berbuih, daging atau aneka seafood berubah matang dan sepanci budejige pun bisa dinikmati dua hingga empat orang sekaligus.

Selayaknya makan malam yang hangat, pembicaraan pun kemudian mengalir menemani di seputar meja budejige.

Beberapa peserta program yang didanai Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat itu sedikit mengeluhkan cuaca, maklum saja, mereka termasuk Antara, adalah penduduk tropis yang terbiasa dengan suhu tinggi. Sementara saat itu, suhu rata-rata di Kota Seoul antara 3 derajat hingga -1 derajat Celcius.

Pemandu peserta selama di Korea Selatan, Sophia Park (29), mengatakan itu belum seberapa karena normalnya, suhu bisa mencapai -7 derajat Celcius ketika salju turun.

Mungkin karena penasaran atau masih terbawa euforia setelah mengunjungi DMZ, wilayah yang menunjukkan bahwa perang belum berakhir di Korea sejak gencatan senjata ditandatangani pada 1953, muncul pertanyaan kepada Sophia tentang bagaimana rasanya hidup bersisian dengan saudara yang kerap melakukan provokasi uji coba senjata nuklir.

Tanpa tedeng aling-aling, Sophia mengaku rasanya seperti tinggal berdekatan dengan “ancaman” akan perang yang menjadi kekhawatiran sehari-hari.

Seoul, ibu kota Korea Selatan itu hanya berjarak 49,5 km atau sekitar dua jam berkendara mobil ke Panmunjom, garis perbatasan dengan Korea Utara, sehingga masyarakat dengan ekonomi terbesar ke-11 di dunia itu dipaksa untuk menjalani kehidupan sehari-hari di bawah bayang-bayang ancaman uji coba nuklir dari Utara.
  Beberapa jurnalis peserta program Meridian International Center (searah jarum jam) dari Taiwan, Selandia Baru, Singapura, Thailand, dan Kamboja berpose sambil menunggu rebusan budejige matang di salah satu restoran di kawasan Myeongdong, Seoul, Korea Selatan, Jumat (30/11/2018). (ANTARA News/Azizah Fitriyanti)

Meskipun ada kekhawatiran akan dampak senjata nuklir Korea Utara, Sophia mengatakan dia dan sebagian besar anak muda Korea Selatan lainnya, merasa yakin perang tidak akan terjadi.

“Bagaimana pun kami telah hidup berdampingan selama hampir lebih dari 60 tahun, dan tidak terjadi apa-apa, meskipun selalu dibayangi berbagai aksi saling balas provokasi,” kata dia.

Jawaban Sophia mungkin dapat dimengerti karena ia tidak berasal dari generasi lebih tua yang merasakan perang berdarah antardua Korea pada ’50-an, yang mungkin juga tidak kehilangan kerabat yang terpaksa berpisah karena perbedaan ideologi.

Lain halnya dengan cerita Lee Young-jun, juru mudi tur selama di Korea yang lebih suka dipanggil dengan nama Baratnya, John. Adik dari kakek pria berusia 39 tahun itu dulu tinggal di Korea Utara.

Silsilah keluarga John memang berasal dari wilayah Korea Utara. Saat Perang Dunia II berakhir dan Jepang angkat kaki dari Korea, Pasukan Sekutu bertahan di selatan, sementara pasukan Uni Soviet di utara. Bantuan pasukan dari dua kubu itu pun meninggalkan jejak perbedaan ideologi yang kemudian melatarbelakangi meletusnya perang saudara selama tiga tahun (1950-1953).

Di masa perang itu, kakek John memilih untuk melintas ke wilayah selatan dan terus tinggal di Korea Selatan hingga saat ini.

John yang lahir sebagai generasi ketiga dari perpisahan Korea Selatan dan Utara sempat mengetahui bagaimana kerinduan kakeknya pada adiknya yang tinggal di Korea Utara. John juga menceritakan bahwa keluarganya mengirim uang secara rutin melalui China bagi kakeknya di Korea Utara.

Kakek John juga menjadi salah satu peserta reuni keluarga yang difasilitasi Palang Merah Internasional pada 2015 di wilayah Pegunungan Kumgang.

“Saya ingat betapa bahagianya kakek saat akan berangkat ke Kumgang,” kata dia.

Reuni itu menjadi pertemuan terakhir bagi kedua kakek John karena tak lama setelah itu keluarga di Seoul mendapat kabar bahwa kakek di Korea Utara meninggal dunia.

“Setelah itu kami pun berhenti mengirim uang ke Utara, yang sebelumnya memang sudah sangat sulit dilakukan. Apalagi sekarang kakek sudah meninggal,” kata dia.

Terkait perkembangan hubungan antar-Korea dan Korea Utara-Amerika Serikat dalam setahun terakhir, John mengatakan dia sangat berterima kasih pada upaya yang dilakukan semua pihak untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Sepanjang 2018 lalu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah tiga kali melakukan pertemuan, ditambah satu pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat–sekutu Korea Selatan–Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura.

Rangkaian pertemuan itu dianggap berhasil meredakan ketegangan yang sangat meningkat, ketika pada 2017, Kim Jong-un meluncurkan 23 rudal dalam 16 kali uji coba senjata nuklir.

Bagi John, kehadiran Pemimpin Kim dalam semua pertemuan itu menunjukkan iktikad baik untuk perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, meskipun tentunya perlu diikuti langkah konkret dengan menghentikan uji coba senjata nuklirnya.

“Kami hanya ingin merasa damai karena saat ini memang aman, tetapi di sisi lain rasanya seperti ada bahaya yang mengintai,” kata dia.

Sementara itu, Sophia yang berasal dari generasi yang lebih muda dari John, mengatakan hal terpenting adalah perlucutan senjata nuklir Korea Utara karena itu menjadi kunci bagi terwujudnya perdamaian.

Alumnus salah satu program Meridian International Center di Washington DC itu menambahkan, perdamaian akan sulit diwujudkan jika Kim bersikeras mempertahankan uji coba nuklir Korea Utara. Karena itu, Sophia berharap akan ada negosiasi yang menghasilkan pada pertemuan tingkat tinggi yang kedua antara Trump dan Kim.

“Saya tidak tahu kapan, tapi mari berharap pada perdamaian,” kata dia.

Cerita-cerita lain tentang Korea Selatan, Utara, dan juga beberapa negara asal para peserta program Meridian 2018 pun terus mengalir di seputar meja budejige, termasuk janji untuk dapat bertemu lagi jika berkesempatan meliput pertemuan kedua Trump dan Kim yang entah kapan dan di mana.

Tanpa terasa tiga panci budejige dengan segala macam isiannya, serta berbagai lauk sampingan (banchan), pun habis dinikmati bersama di malam terakhir program kunjungan jurnalis dari Asia-Pasifik di Seoul, Korea Selatan.

Baca juga: Jalan panjang menuju perdamaian Semenanjung Korea

Oleh Azizah Fitriyanti
Editor: Rahmad Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beijing: tuduhan Trudeau soal hukuman mati tak bertanggung jawab

Beijing (ANTARA News) – Beijing menganggap tuduhan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, bahwa pemerintah China sewenang-wenang menjatuhkan hukuman mati terhadap warga negara Kanada dalam kasus penyelundupan 222 kilogram narkoba, sebagai tindakan yang melemahkan penegakan hukum dan tidak bertanggung jawab.

“Kami minta pihak Kanada menghormati kedaulatan hukum China, memperbaiki kesalahannya, dan menghentikan pernyataan yang tidak bertanggung jawab,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying di Beijing, Selasa (15/1).

Trudeau sangat kecewa atas hukuman mati itu, yang diputuskan pengadilan tingkat banding di Dalian, Provinsi Liaoning, Senin (14/1) terhadap warga negara Kanada Robert Llyod Schellenberg, pelaku penyelundupan 222,035 kilogram metamfetamin.

Seperti diberitakan Antara sebelumnya, terpidana berusia 36 tahun itu, dalam sidang tingkat pertama pada 20 November 2018, dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun.

Namun dalam sidang banding yang berlangsung pada Senin (14/1) mulai pukul 08.00-20.00 waktu setempat (07.00-19.00 WIB), majelis hakim mempertimbangkan bukti baru yang diajukan jaksa penuntut umum bahwa Schellenberg terlibat sebagai pengatur mafia peredaran narkoba internasional sehingga hukuman diperberat menjadi hukuman mati.

Pria Kanada itu ditangkap polisi di Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada 1 Desember 2018 atau 12 hari setelah ketibaannya di China. Menurut penasihat hukumnya, Schellenberg akan mengajukan banding lagi atas hukuman mati tersebut.

“Saya ingin bertanya apakah pihak yang terkait telah membaca putusan Pengadilan Banding Dalian dengan cermat? Apakah dia (Trudeau) juga bersedia mempelajari aturan hukum di China?” tanya Hua.

“Bukti kejahatan yang disampaikan jaksa penuntut sudah jelas dan bukti itu sudah cukup terverifikasi,” tambah perempuan jubir itu.

Menurut Hua, kejahatan terkait narkoba dianggap sebagai tindak kriminal yang sangat serius secara global karena daya rusak sosialnya sangat parah sehingga setiap negara akan memberantasnya.

“Semua pemerintahan akan mengambil langkah tegas terhadap kejahatan narkoba. Hal ini menunjukkan tanggung jawab yang besar dan kewajiban pemerintah untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakatnya,” katanya.

Menanggapi kebijakan imbauan perjalanan (travel advisory) yang dikeluarkan pemerintah Kanada, Hua mengatakan bahwa warga negara Kanada seharusnya selalu ingat agar tidak melakukan kejahatan serius, seperti penyelundupan narkoba.

“Kalau tidak, (mereka) akan menghadapi konsekuensi yang lebih besar,” ujarnya, mengingatkan.

Kemlu dan Kedutaan China di Kanada juga mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya yang hendak berkunjung ke Kanada.

Sebelumnya, Beijing juga menahan dua warga negara Kanada lainnya, Michael Spavor dan Michael Kovrig, atas tuduhan mengancam keamanan nasional China.

Penahanan itu dilakukan tidak lama setelah Direktur Keuangan Huawei Co Ltd Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas permintaan Amerika Serikat.

Sejak dua peristiwa berbeda itu terjadi, Antara mengamati adanya peningkatan pengamanan hingga saat ini di sekitar Kedutaan Besar Kanada di Beijing di bilangan Dongzhimen Wai Dajie.

Baca juga: Warga Kanada divonis hukuman mati di China
Baca juga: China minta perusahaan negara hindari kunjungan bisnis ke AS

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mantan PM Pakistan didakwa bagikan tanah

Karachi, Pakistan (ANTARA News) – Masa cobaan belum berakhir buat mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif, yang sedang meringkuk dalam penjara, saat ia didakwa “secara tidak sah” membagikan tanah suci kepada seorang politikus setempat pada 1986.

Ketika itu, ia menjabat sebagai menteri besar untuk Provinsi Punjab di bagian timur-laut Pakistan.

Satu tim penyelidik yang dibentuk oleh Mahkamah Agung pada Desember menyerahkan laporannya kepada majelis tiga-anggota, yang diketuai oleh Kepala Hakim Mian Saqit tuduhan bab Nisar di Ibu Kota Pakistan, hwaIslamabad.

Laporan itu memuat tuduhan bahwa perdana menteri tiga-masa jabatan tersebut membagikan sebidang lahan luas, yang berdampingan dengan tempat suci terkenal Sufi Baba Fariduddin Ganj Shakar di Kabupaten Pakpattan di Punjab, kepada seorang politikus lokal.

Tim penyelidik menyarankan agar tanah yang menjadi sengketa tersebut diambil kembali dan proses pemeriksaan pidana dilakukan terhadap mantan perdana menteri itu, demikian dilaporkan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Perkembangan terakhir tersebut muncul sehari setelah Mahkamah Agung membekukan hukuman penjara atas Sharif. Hukuman dijatuhkan pada Juli lalu dalam kasus Panama Papers.

Sharif, yang sudah menjalani masa hukuman tujuh tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi lain pada Desember, membantah tuduhan baru itu.

Ia telah dinyatakan bersalah dalam dua dari tiga kasus korupsi terhadapnya, dan dibebaskan dalam kasus ketiga.

Pengadilan tinggi tersebut memberi tenggat dua-pekan kepada Sharif dan Pemerintah Punjab untuk mengajukan tanggapan mereka terhadap laporan penyelidikan itu.

Baca juga: Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif ditangkap untuk jalani hukuman penjara

 
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019