Kematian pria di dalam tahan di Kashmir India picu unjuk rasa

Srinagar (ANTARA) – Aksi-aksi unjuk rasa pecah di sejumlah bagian Kashmir yang dikuasai India pada Selasa, setelah polisi mengatakan seorang pria yang sedang diinterogasi terkait dengan penyelidikan keamanan meninggal dalam tahanan.

Protes tersebut merupakan gangguan-gangguan terbaru di salah satu kawasan yang dijaga paling ketat oleh militer di dunia.

Pria itu bernama Rizwan Asad Pandit, lulusan perguruan tinggi yang menekuni kimia dan mengajar di sekolah swasta, menurut keluarganya, telah ditahan sebagai bagian dari “investigasi kasus teror”, kata seorang juru bicara polisi.

Menurut jubir itu, sebab-sebab kematiannya sedang diselidiki.

Zulkarnain Asad Pandit, saudara Rizwan, ragu bahwa investigasi akan mengungkap kebenaran.

“Kami menginginkan investigasi atas perkara itu tetapi kami tidak tahu apa-apa yang akan terjadi,” katanya kepada Reuters. “Kami semua melihat investigasi-investigasi selama 20 tahun terakhir.”

Para pemrotes melempar batu-batu ke arah polisi di beberapa bagian kawasan yang mayoritas berpenduduk Muslim setelah kabar mengenai kematian Rizwan. Toko-toko tutup di beberapa bagian kota utama Srinagar. Polisi menanggapi aksi-aksi itu dengan menembakkan gas air mata.

Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir, meningkat setelah serangan bom bunuh diri dengan menggunakan mobil yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India pada 14 Februari. India dan Pakistan mengklaim Kashmir sebagai wilayah mereka tetapi memerintahnya masing-masing sebagian.

Satu kelompok militan yang berkedudukan di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pakistan membantah keterlibatan tetapi India yang sudah lama menuding negara tetangganya itu mendukung para militan separatis memerangi pasukan keamanan di bagiannya di Kashmir.

India dan Pakistan sudah berperang tiga kali sejak tahun 1947, dua kali menyangkut wilayah Himalaya, yang terbagi itu.

Rizwan berasal dari keluarga yang mempunyai hubungan dengan Jamaat-e-Islami (JeI), kelompok politik yang menginginkan kemerdekaan Kashmir dari India. kata Zulkarnain.

Pemerintah India baru-baru ini melarang kelompok itu yang menuduhnya memiliki hubungan dengan organisasi-organisasi militan.

Pasukan keamanan telah menangkap ratusan anggota Jel sejak serangan bom 14 Februari. Kelompok tersebut membantah terkait dengan para militan.

“Dia sama sekali tak bersalah dan tak punya afiliasi dengan organisasi militan,” kata Zulkarnain.

Beberapa tokoh politik terkemuka di Kashmir mengutuk kematian pria tersebut.

“Hukuman harus dijatuhkan kepada para pembunuh anak muda ini,” cuit Omar Abdullah, mantan menteri besar negara itu di Twitter.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pakistan akan ajukan keluhan kepada PBB terhadap India atas pengeboman hutan
Baca juga: PM: Pakistan akan balas kalau India menyerang
Baca juga: 2018 paling mematikan buat warga Jammu-Kashmir dalam satu dasawarsa

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

FAO serukan Vietnam berlakukan flu babi sebagai darurat nasional

Hanoi (ANTARA) – Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa menyarankan Vietnam memberlakukan wabah Flu Babi Afrika (ASF) yang menyebar dengan cepat sebagai darurat nasional.

Virus tersebut pertama kali dideteksi di negara Asia Tenggara itu sebulan lalu di tiga peternakan di dua provinsi di bagian utara Vietnam dan menyebar ke 17 provinsi di Vietnam Utara dengan 239 wabah yang sudah dikonfirmasi, kata FAO dalam satu pernyataan.

Daging babi menyumbang tiga perempat dari total konsumsi daging di Vietnam, yang berpenduduk 95 juta jiwa, tempat sebagian besar dari 30 juta ekor babi yang diternak dikonsumsi di dalam negeri.

“Hilangnya babi karena infeksi ASF dan tindakan pengendalian mengarah kepada beban ekonomi yang berat bagi banyak keluarga di pedesaan,” kata Albert T. Lieberg, perwakilan FAO di Vietnam, setelah pertemuan pekan lalu dengan pihak berwenang Vietnam.

Vietnam melaksanakan pengendalian ketat gerakan babi dan produk-produk babi dan memusnahkan lebih 25.000 ekor babi, tetapi FAO mengatakan peternakan-peternakan kecil dengan “biosecurity” akan menimbulkan penyebaran ASF.

Penyakit itu, yang tidak bisa disembuhkan pada babi tetapi tidak berbahaya bagi manusia, juga menyebar secara cepat di China, negara tetangga Vietnam, pekan lalu. Beijing melarang impor babi, babi hutan dan produk-produk terkait dari Vietnam.

Sumber: Reuters

Baca juga: 117 pekerja Vietnam terinfeksi flu babi
Baca juga: Empat orang lagi meninggal akibat wabah flu babi di Myanmar

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam orang cedera dalam pemburuan pemberontak oleh tentara Myanmar

Yangon (ANTARA) – Sedikitnya enam orang luka-luka terkena tembakan ketika tentara Myanmar memburu pemberontak etnis Rakhine di Mrauk U, kota di bagian barat negara itu, kata penduduk pada Selasa. 

Sementara itu, militer mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan satu konvoi militer disergap saat memasuki kota kuil yang bersejarah tersebut.

Tentara bergerak ke kota itu pada Senin malam, menandai peningkatan kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tempat selama beberapa pekan belakangan pasukan keamanan melancarkan serangan terhadap .kelompok militan yang disebut dengan Tentara Arakan.

Sementara Negara Bagian Rakhine mendapat perhatian dunia setelah tentara dengan aksi-aksinya menyebabkan sebanyak 700.000 Muslim Rohingya melintasi perbatasan menuju Bangladesh di pengujung tahun 2017, masyarakat etnis Rakhine sebagian besar merupakan penganut Budha seperti mayoritas rakyat Myanmar.

Pihak militer menyatakan para pemberontak menyerang konvoi militer yang mendekati Mrauk U sebelum mundur ke rumah-rumah di kota tersebut.

Dalam satu pernyataan disebutkan terjadi kontak senjata.

Myo Oo Khaung Sayataw, seorang biksu di kota itu, mengatakan dia telah membawa mereka yang luka-luka ke rumah sakit pada Senin malam. “Saya keluar ke arah orang-orang yang cedera karena tak seorang pun berani keluar rumah,” kata dia. “Saya lihat enam mobil militer, mereka menembak ke berbagai arah,” katanya.

Menurut dia, seorang anak perempuan yang berusia tujuh tahun menderita luka bakar dan termasuk di antara para korban itu.

Tun Thar Sein, anggota parlemen wilayah, mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah membesuk enam orang yang cedera di rumah sakit.

Mrauk U, bekas ibu kota kerajaan kuno, terkenal di kalangan para turis asing yang datang untuk melihat ratusan pagoda yang berumur beberapa abad, yang diinginkan Myanmar masuk dalam dalam Warisan Dunia.

Penduduk mengatakan bentrokan-bentrokan telah membuat mereka takut untuk keluar rumah.

“Saya tidak berani keluar rumah karena terjadi penembakan,” ujar Shhwe Tun Aung, warga Mrauk U yang dihubungi lewat telepon. “Saya tutup pintu dan saya masih di dalam rumah hingga sekarang. Situasi tidak aman, warga sipil dalam kesulitan.”

Juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon dari Reuters untuk dimintai komentar, tetapi pernyataan yang dimuat di laman Jenderal Senior Min Aung Hlaing menggambarkan pertempuran itu sebagai penyergapan.

“Para teroris menyerang satu konvoi militer yang masuk ke kota Mrauk U untuk melakukan pengamanan,” menurut pernyataan tersebut. “Para teroris berlindung di rumah-rumah warga sipil.”

Sumber: Reuters

Baca juga: Utusan PBB: situasi di Myanmar harus diserahkan ke ICC
Baca juga: Utusan PBB: Nyaris tak ada harapan buat pengungsi Rohingya

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China nyatakan berperan konstruktif dalam meredakan ketegangan India, Pakistan

Beijing (ANTARA) – China memainkan “peran konstruktif” dalam meredakan ketegangan antara Pakistan dan India, kata Kementerian Luar Negeri, setelah dua negara bersaing dan  bersenjata nuklir tersebut bulan lalu hampir berperang pascaserangan terhadap konvoi polisi paramiliter India di wilayah sengketa Kashmir.

Percekcokan antara kedua negara itu berpotensi meluas  tak terkendali dan hanya intervensi oleh pihak Amerika Serikat, termasuk oleh Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, yang dapat menghentikan perselisihan itu sebelum berubah menjadi konflik yang lebih parah, kata lima sumber yang mengerti permasalahan tersebut kepada Reuters. 

Pada tahap itu, India mengancam akan menembakkan sedikitnya enam rudal ke Pakistan dan Islamabad mengatakan akan membalas dengan serangan rudal milik mereka yang besarnya “tiga kali lipat”, kata sejumlah diplomat negara Barat dan sumber pemerintah di New Delhi, Islamabad serta Washington.

Seorang menteri Pakistan menuturkan China dan Uni Emirat Arab turut berperan dalam meredakan ketegangan antarnegara tetangga Asia selatan itu.

Menurut pernyataan yang dikirim ke Reuters pada Senin, ketika menanggapi pertanyaan soal peran China dalam mengendalikan krisis tersebut, Kementerian Luar Negeri mengatakan semua pihak menginginkan Pakistan dan India  hidup berdampingan secara damai.

“Sebagai tetangga yang bersahabat baik dengan India maupun Pakistan, China secara proaktif mendorong pembicaraan damai dan berperan secara konstruktif dalam meredakan situasi yang menegangkan,” katanya.

“Beberapa negara lain juga melakukan hal positif dalam hal ini,” kata Kementerian.

China bersedia bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk terus mendorong para tetangga tersebut agar berkompromi dan menggunakan dialog serta jalan damai untuk menyelesaikan perbedaan, kata dia tanpa memberikan penjelasan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi di Beijing pada Selasa.

Serangan 14 Februari, yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter, merupakan serangan paling mematikan dalam pemberontakan Kashmir selama 30 tahun dan  memicu ketegangan antarnegara tetangga. Tidak hanya itu, mereka juga saling menembak jatuh jet-jet mereka bulan lalu.

China dan Pakistan saling menganggap teman yang menguntungkan bagi satu sama lain, namun China juga sedang berupaya memperbaiki hubungannya dengan New Delhi.

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan tak resmi di China tahun lalu. Mereka sepakat untuk memulihkan hubungan kedua negara. Xi diperkirakan akan berkunjung ke India pada tahun ini, seperti yang dikatakan sumber diplomatik.

Sumber: Reuters

Baca juga: Api permusuhan Pakistan dan India tampak meredup
Baca juga: Pakistan-India pulihkan layanan kereta

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hassan Wirajuda minta warisan budaya maritim dimaknai kembali

Jakarta (ANTARA) – Ketua dewan pembina Yayasan Negeri Rempah Hassan Wirajuda mengatakan warisan budaya maritim dalam jejak perniagaan global menjadi semakin penting untuk dikaji dan dimaknai kembali, termasuk jalur rempah dulu dan kini.

“Apalagi ketika dewasa ini banyak bergulir pertarungan konsep seperti Jalur Sutera Maritim yang diusung Tiongkok, maupun ragam konsep tentang wawasan Indo-Pasifik yang kesemuanya menuntut
Indonesia untuk mengambil peranan yang penting,” ujar Hassan Wirajuda dalam International Forum on Spice Route (IFSR) di Jakarta, Selasa.

Menteri Luar Negeri RI periode 2001 -2009 itu mengatakan Yayasan Negeri Rempah bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan International Forum on Spice Route (IFSR) pada 19-24 Maret 2019 di Jakarta.

Hassan mengatakan forum tersebut mendukung program pemerintah untuk memajukan konsep poros maritim.

“Salah satu elemen penting konsep poros maritim adalah memajukan budaya maritim,” kata dia.

Untuk memajukan budaya maritim, lanjut Hassan, pemerintah harus menengok kembali sejarah masa lalu kemaritiman Indonesia.

“Sejarah yang panjang tapi juga penuh dengan kegemilangan bahkan malapetaka. Berdasarkan sejarah, kekayaan alam bisa juga membawa dampak malapetaka bagi Indonesia. Sepanjang kita tidak mampu mendukung kekayaan kita dengan kekuatan kita, maka kekayaan alam kita dirampas bangsa-bangsa lain,” kata dia.

Panitia penyelenggara IFSR dari Yayasan Negeri Rempah Bram Kushardjanto mengatakan Nusantara telah menjadi pemain penting dalam perdagangan dunia dan telah lama dikenal sebagai negara pemasok utama komoditas penting di dunia yaitu rempah-rempah.

Dalam perjalanan waktu dan pada skala dunia, lanjut dia, 400-500 spesies tanaman telah dipergunakan dan dikenal sebagai rempah. Di Asia Tenggara sendiri, jumlahnya mendekati 275 spesies.

Ketika Eropa belum memiliki banyak pengetahuan tentang berbagai komoditas, kata Bram, rempah-rempah dari dunia Timur telah menyediakan khasiat, cita rasa dan aroma yang dipergunakan sebagai bumbu masak, penawar racun dan obat, bahkan sampai bahan pengawet

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hassan Wirajuda: IFSR kuatkan konsep poros maritim Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Ketua dewan pembina Yayasan Negeri Rempah Hassan Wirajuda mengatakan International Forum on Spice Route (IFSR) mendukung program pemerintah untuk memajukan dan menguatkan konsep poros maritim.

“Yang salah satu elemen pentingnya adalah memajukan budaya maritim,” ujar Hassan Wirajuda dalam International Forum on Spice Route (IFSR) di Jakarta, Selasa.

Untuk memajukan budaya maritim, lanjut Hassan, pemerintah harus menengok kembali sejarah masa lalu kemaritiman Indonesia.

“Jadi dalam dunia yang moderen mengingatkan kita pada sejarah masa lalu bangsa Indonesia, sebagian gemilang dan gelap khususnya sejak kedatangan bangsa-bangsa Eropa,” kata dia.

Hassan mengatakan mereka awalnya berniat berdagang tapi seiring berjalannya waktu mereka menjajah bangsa ini.

“Tidak hanya dagang atau mendapatkan sumber rempah-rempah di kepulauan nusantara tetapi pada akhirnya memonopoli rempah dan mengkolonisasi rempah. Yang pada akhirnya menjajah Indonesia dan bangsa-bangsa lain di Afrika,” ucap dia.

Karena itu, Hassan mengatakan masyarakat bisa belajar baik dari sisi baik dan buruk masa lalu bangsa ini sebagai upaya untuk memajukan Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI periode 2001 -2009 itu mengatakan Yayasan Negeri Rempah bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan International Forum on Spice Route (IFSR) pada 19-24 Maret 2019 di Jakarta.

Bertema Reviving the World’s Maritime Culture through the Common Heritage of Spice Route, IFSR menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali peranan penting Indonesia dalam skala global.

Forum ini dihadiri oleh para akademisi dari Indonesia dan negara-negara sahabat seperti Australia, Amerika Serikat, Filipina, India, Jerman, maupun Malaysia.

Baca juga: Hassan Wirajuda minta warisan budaya maritim dimaknai kembali

Baca juga: Hassan Wirajuda: Stabilitas ASEAN sumbangsih bagi perdamaian dunia

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IFSR ingatkan kembali jalur rempah Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah Hassan Wirajuda mengatakan International Forum on Spice Route (IFSR) mengingatkan kembali kekayaan warisan bangsa Indonesia yaitu jalur rempah.

“Forum ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan, ide maupun konsep antar budaya,” ujar Hassan Wirajuda dalam International Forum on Spice Route (IFSR) di Jakarta, Selasa (19/3).

Yayasan Negeri Rempah bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan International Forum on Spice Route (IFSR) pada 19-24 Maret 2019 di Jakarta.

Bertema Reviving the World’s Maritime Culture through the Common Heritage of Spice Route, IFSR menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali peranan penting Indonesia dalam skala global.

Forum ini dihadiri oleh para akademisi dari Indonesia dan negara-negara sahabat seperti Australia, Amerika Serikat, Filipina, India, Jerman, maupun Malaysia.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Sosio-Antropologi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Tukul Rameyo Adi mengatakan saat ini adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk mengembalikan kejayaan bangsa ini sebagai bangsa samudera dan tidak hanya dikenal sebagai bangsa pelaut.

“Nusantara sejatinya menjadi poros penghubung antara timur, barat, utara dan selatan. Dari Tiongkok, Timur Tengah hingga Eropa,” kata dia.

Rameyo adi mengatakan nusantara sejak lama dikenal sebagai bangsa pedagang dan pelaut yang tangguh mengarungi samudera.

“Rempah adalah salah satu komoditas nusantara dari masa ke masa,” ujar dia.

Berdasarkan sejarah, poros perdagangan rempah-rempah global Asia, India–Nusantara–Tiongkok, melalui perairan Hindia hingga Pasifik meninggalkan jejak peradaban yang signifikan.

Terletak di sepanjang jalur maritim tersibuk di dunia, Nusantara dari masa ke masa telah menjadi daerah strategis yang amat penting dan tujuan perdagangan selama ribuan tahun, kata dia. ***3***
 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Malaysia korban gempa dipulangkan

Kuala Lumpur (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Malaysia menyampaikan 17 orang warga Malaysia diterbangkan pulang dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia dengan penerbangan Air Asia AK309 yang direncanakan tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur 2 (KLIA2) pada Selasa, 19 Maret 2019 jam 15.15 waktu setempat.

Jenazah warganegara Malaysia yang menjadi korban dalam bencana ini adalah Datin Tai Siew Kim dan Lim Sai Wah direncanakan tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) pada hari yang sama jam 17.10 waktu setempat dengan pesawat Garuda Indonesia GA816 diiringi oleh anggota keluarga, sedangkan empat orang korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram.

Kementerian Luar Negeri menyampaikan setinggi-tingginya penghargaan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah setempat atas kerja sama baik yang telah diberikan kepada Kedutaan Besar Malaysia serta bantuan yang telah disampaikan kepada para korban yang terdampak dalam bencana tersebut.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan kepada warganegara Malaysia yang menetap atau melancong ke luar negari supaya mendaftarkan diri dengan pihak Perwakilan Malaysia di negara terkait.

Baca juga: Pengobatan terbaik untuk WNA Malaysia korban gempa Lombok, dipastikan Mensos

Baca juga: Dua jenazah korban gempa Lombok asal Malaysia dipulangkan Senin ini

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korban selamat Christchurch yang istrinya tewas kepada pelaku: Saya masih menyayangimu

Jakarta (ANTARA) – Seorang pengguna kursi roda yang selamat dari pembantaian di masjid An-Nur Christchurch, namun istrinya menjadi korban tewas, memberikan tanda damai kepada pelaku, dengan mengatakan ia ingin bertemu dengannya dan mengatakan, “Saya masih menyayangimu.”

Sebanyak 50 orang tewas di dua masjid di Kota South Island pada Jumat, saat pria bersenjata menerobos masuk, dan memberondong para korbannya dengan peluru saat mereka menjalankan ibadah di sebuah kota yang kini dipenuhi duka cita dan kesedihan.

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada orang yang telah melakukan ini, atau jika ia memiliki teman yang juga berpikir seperti ini: Saya masih menyayangimu,” ungkap pria yang berusia 59 tahun, Farhid Ahmed, saat melakukan wawancara dengan Reuters di kediamannya, di tengah banyaknya pelayat yang datang untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian istrinya, Husna.

“Saya tidak sependapat dengan apa yang telah Anda perbuat. Anda mengambil keputusan yang salah, petunjuk yang keliru, tetapi saya ingin percaya pada Anda, bahwa Anda memiliki potensi kebaikan di dalam hati Anda,” kata dia.

Warga asal Australia, Brenton Tarrant, tersangka supremasi kulit putih, pada Sabtu didakwa dengan pembunuhan, penembakan massal paling brutal dalam sejarah Selandia Baru. Pria yang berusia 28 tahun itu dijebloskan ke penjara tanpa pembelaan dan kembali menjalani sidang pada 5 April mendatang. Polisi berpendapat bahwa Tarrant mungkin menghadapi banyak tuduhan.

Ahmed, yang menggunakan kursi roda sehabis ditabrak mobil, berada di masjid An-Nur saat pelaku menerobos masuk. Ia shalat di tempat yang tidak biasanya, di ruang utama, namun di ruang depan dengan seorang temannya.

“Pada saat itu saya menyadari dua hal. Pertama, itu jelas suara tembakan dan yang kedua ini hari terakhir saya,” katanya. “Karena situasi saat itu, dengan kursi roda, tidak mungkin untuk keluar dari masjid.”

Namun pelaku tidak masuk ke ruangan yang ia tempati dan Ahmed berhasil melarikan diri ke parkiran, tempat ia menyaksikan langsung pembantaian dari balik mobil, di sisi lain masjid tempat istrinya ditembak di luar.

“Para jamaah berteriak dan bergegas ke luar … saat mereka datang, mereka panik, saya melihat banyak orang berlumuran darah, banyak juga yang tertatih-tatih,” ungkapnya.

Saat pelaku meninggalkan masjid untuk melanjutkan aksinya di masjid lain, Ahmed kembali masuk ke dalam masjid.

“Tidak dapat dipercaya,” kata dia. “Sisi di sebelah kanan saya, tempat biasanya saya shalat, banyak sekali mayat.”

“Jemaah yang terluka berteriak.” Ia menenangkan mereka sampai polisi datang, yang kemudian membawanya keluar dari masjid.

“Pada saat itu saya tidak tahu bahwa jasad istri saya berada di gerbang lain.”

Sejak penembakan itu, kebingungan menjadi hal yang biasa, saat kota tersebut memahami skala tragedi itu.

Suara-suara lirih terdengar saat pekerja kantoran dan murid-murid sekolah datang untuk meletakkan bunga di dekat masjid dan tempat ibadah sementara di sepanjang kota.

Namun terdapat kemurahaan hari dan solidaritas, yang diteladani dari korban seperti Ahmed, yang berkhotbah di masjid dan menganjurkan agar orang bisa memaafkan.

“Jika saya diberikan kesempatan, Saya ingin bertemu dengan Anda,” katanya tentang pria bersenjata itu. “Saya ingin memeluk Anda dan saya ingin memberitahu langsung kepadanya bahwa dari hati yang paling dalam, Saya tidak dendam kepada Anda, saya tidak pernah membenci Anda dan Saya tidak akan pernah membenci Anda,” ucap Ahmed.

“Saya ingin memeluknya lalu mengatakan: Saya telah memaafkannya”. Saya ingin menyampaikan kepadanya, Jika ia masih memiliki ibu, Saya juga ingin memeluknya dan mengatakan padanya bahwa saya akan memperlakukan dia persis seperti tante saya sendiri… Saya ingin menyampaikan pesan itu.”

Sumber: Reuters

Baca juga: Kata-kata terakhir lelaki Afghanistan perlihatkan Islam itu perdamaian
Baca juga: Keluarga WNI korban teror difasilitasi ke Selandia Baru
Baca juga: Keluarga Zulfirman Syah korban penembakan di Christchurch akan berangkat ke Selandia Baru
Baca juga: Ribuan warga doakan korban penembakan di Selandia Baru

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seorang WNI ditusuk orang tak dikenal di Jepang

Jakarta (ANTARA) – Seorang WNI menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal di Sano, prefektur Tochigi, Jepang, Minggu (17/3).

Penusukan terhadap WNI bernama Tri Eko Muzakir Rahman asal Cilacap tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Dalam keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa, disebutkan bahwa korban berada di Jepang untuk mengikuti program magang .

Menurut pengakuan, korban tidak mengenal orang yang menyerangnya dengan senjata tajam.

Akibat penusukan tersebut, korban mendapat luka di bagian muka dan luka serius di bagian tangan, katanya.

Kepolisian Tokyo telah menangkap tersangka penusukan dan saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif perbuatan itu.

Sejak memperoleh informasi dari pihak kepolisian, KBRI Tokyo terus memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan bagi korban. Kemlu juga telah menghubungi orang tua korban di Cilacap untuk menyampaikan informasi ini. ***2***

Baca juga: TKI Hong Kong hilang ditemukan Polisi Shenzhen
Baca juga: TKI Hong Kong hilang ditemukan Polisi Shenzhen

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengiriman surat suara pemilu di China melalui pos

Petugas KPPS Beijing menempelkan perangko pada sampul surat suara Pemilu 2019 yang akan dikirimkan melalui pos kepada 816 warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai pemilih yang tinggal di 18 provinsi di China dan Mongolia di Beijing, Senin (18/3/2019) malam. Pengiriman surat suara melalui pos dari Beijing dikirimkan mulai 19 Maret 2019, namun baru akan dihitung pada 17 April 2019 bersamaan dengan pemilu serentak di Indonesia. ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/pras.

Malaysia tangkap 13 pelaku terorisme

Kuala Lumpur (ANTARA) – Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menangkap 12 warga Filipina dan seorang warga setempat dalam penyerbuan di Semporna dan Tambunan, Sabah, pada 11 dan 12 Maret 2019, setelah diduga terlibat dengan kelompok terorisme.

Kepala PDRM Irjen Pol Tan Sri Mohamad Fuzi Harun di Kuala Lumpur, Senin, mengatakan operasi dilakukan oleh Bagian Counter Terrorism Cabang Bukit Aman bekerjasama dengan Kantor Polisi Sabah dan Unit 69 Komando Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Penangkapan pertama dilakukan pada 11 Maret di Semporna yang melibatkan lima lelaki warga Filipina dan seorang lelaki setempat berusia 40 hingga 60 tahun.

Empat dari pelaku diduga terlibat dalam pertempuran bersama kelompok teroris Maute di Bandar Marawi, Filipina, pada 2017.

Fuzi mengatakan mereka turut memberi perlindungan kepada elemen kelompok teroris Maute serta beberapa warga Timur Tengah yang bersembunyi di Sabah.

Dua lagi pelaku yang ditahan diduga anggota kelompok Royal Sulu Force (RSF) yang terlibat dalam insiden serangan di Lahad Datu dan Semporna pada 2013.

“Mereka turut terlibat dalam merekrut anggota baru RSF dengan menjual kartu keanggotaan kelompok tersebut dari kalangan warga Filipina yang menetap di Sabah. Kedua pelaku terlibat melarikan diri ke selatan Filipina setelah kekalahan RSF,” katanya.

Ia menambahkan, kedua pelaku menyusup masuk ke Semporna untuk mengaktifkan lagi kelompok RSF di Sabah pada 2018.

Mohamad Fuzi mengatakan lima laki-laki dan seorang wanita warga Filipina berusia antara 23 hingga 63 tahun ditahan dalam penangkapan kedua pada 11 Maret di Tambunan, Sabah.

Pelaku menyusup masuk ke Sabah pada Desember tahun lalu bersama anggota kelompok lain untuk menghindari operasi tentara Filipina.

“Sementara itu, lima lagi pelaku ditahan karena terlibat dalam memberi perlindungan kepada elemen kelompok teroris ASG dan kelompok Maute yang masih bebas,” katanya.

Penangkapan ketiga, ujar dia, dilakukan pada 12 Maret di Tambunan, Sabah, yang melibatkan seorang laki-laki warga Filipina berusia 39 tahun yang bekerja sebagai buruh bangunan.

Pelaku ditahan karena memberikan perlindungan kepada kelompok teroris ASG dan kelompok teroris Maute yang masih bebas.

“Dengan penangkapan ini Bagian Counter Terrorism yakin dapat memburu anggota kelompok ASG dan kelompok teroris Maute yang bersembunyi di Malaysia, terutamanya di Sabah,” katanya.

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan: serangan teror di Selandia Baru diatur

Canakkale, Turki (ANTARA) – Serangan teroris pekan lalu di Selandia Baru, yang menewaskan tak kurang dari 50 orang yang sedang Shalat Jumat “bukan perbuatan per-orangan tapi diatur”, kata presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin.

“Kami sekali lagi berbicara dari Canakkale setelah 104 tahun, dan mengatakan kami telah menerima pesanmu,” kata Erdogan selama upacara peringatan ke-104 Pertempuran Canakkale, untuk memperingati mereka yang gugur dalam kemenangan bersejarah Turki.

“Kami juga mengerti teroris macam apa itu yang menyampaikan ancaman ‘Kalian takkan pergi dari sisi Anatoli ke sisi Eropa,” kata Erdogan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam. Ia merujuk kepada pengejawantahan Islamfobia yang disiarkan daring oleh tersangkat teroris dalam serangan tersebut, “Ini bukan perbuatan per orangan, tapi sudah diatur.”

Di dalam percakapan telepon, Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dalam serangan teroris itu.

“Kami berharap Pemerintah Selandia Baru akan memperlakukan ini secara sungguh-sungguh,” katanya.

“Ini tak boleh diremehkan, seperti yang dilakukan negara-negara Barat,” tambah Erdogan.

Sedikitnya 50 orang meninggal ketika seorang teroris melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang Shalat Jumat pekan lalu di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

Sejumlah orang yang sama cedera, dan beberapa orang dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seorang korban meninggal dalam bentrok di pabrik aluminum India

New Delhi (ANTARA) – Satu orang meninggal dalam bentrok antara polisi dan pengunjukrasa di luar pabrik aluminium Vedanta Ltd di sebelah timur negara bagian Odisha, kata pihak perusahaan, Senin.

Peristiwa itu terjadi kurang dari setahun setelah polisi melepas tembakan ke arah para pengunjukrasa yang melawan pengoperasian pabrik lain Vedanta yang memproduksi tembaga olahan di Thoothukudi di negara bagian Tamil Nadu dan menewaskan 13 korban.

Dalam pernyataan kepada Reuters, Vedanta mengatakan terdapat seorang korban meninggal dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan di pabrik Lanjigarh.

“Seperti informasi terbaru dari rumah sakit, seseorang yang terluka akibat bentrokan itu dinyatakan kehilangan nyawanya,” menurut Vedanta kepada Reuters.

“Petugas Pasukan Keamanan Industri Odisha yang menengahi saat protes berlangsung juga mengalami cedera,” kata pihak perusahaan.

Vedanta tidak memberikan tanggapan tentang permohonan para pengunjukrasa. Media di Odisha melaporkan bahwa mereka bergerak untuk mencari pekerjaan bagi penduduk setempat.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pakistan-India pulihkan layanan kereta
Baca juga: Pengadilan Tinggi Madras: korupsi menyebar seperti kanker

Penerjemah: Maria Dian A
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Forum Pasifik Selatan, ajang tingkatkan peran Indonesia di kawasan

Jakarta (ANTARA) – Forum Indonesia-Pasifik Selatan atau Indonesia South Pacific Forum (ISPF) yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pada 21 Maret 2019, akan menjadi ajang untuk meningkatkan peran dan kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik.

Indonesia sebagai tuan rumah akan mempertemukan pejabat pemerintah dan pelaku bisnis dalam negeri dengan wakil dari 15 negara sahabat, yaitu Australia, Federasi Mikronesia, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Hook, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Kiribati, Nauru, Palau, Papua Nugini, Selandia Baru, Tonga, dan Tuvalu.

“Tujuan dari pertemuan ini adalah peningkatan hubungan kerja sama Indonesia dengan negara mitra di Pasifik Selatan, utamanya sebagai platform dialog untuk menggali potensi dan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Pasifik Selatan,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kemlu RI Desra Percaya dalam penjelasan kepada pers di Jakarta, Senin.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dijadwalkan membuka forum yang mengangkat tema “Masa Depan Kita: Lautan Bersama, Kemakmuran Bersama” (Our Future: Shared Ocean, Shared Prosperity).

Sedangkan pembahasan tingkat pejabat tinggi (senior official meeting) akan dipimpin Desra Percaya bersama Sekretaris Jenderal Kemlu Papua Nugini Barbara A. Age. Pertemuan tersebut akan menghasilkan pernyataan pimpinan atau chair’s statement.

Forum itu juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman bersama antara Indonesia dan negara-negara Pasifik Selatan sebagai negara kepulauan yang memiliki berbagai persamaan karakteristik dan tantangan bersama, misalnya, dalam menghadapi perubahan iklim, isu-isu kemaritiman, dan pengembangan wilayah pesisir.

Di samping ISPF yang bersifat dialog antarnegara, akan diadakan pula pertemuan bisnis bagi para pelaku usaha dari Indonesia dan negara-negara Pasifik Selatan untuk membahas berbagai peluang dan tantangan dalam membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Pertemuan bisnis bertema “Menghubungkan Orang-Orang untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” (Connecting People for Sustainable Growth) itu diharapkan dapat menciptakan ruang untuk membangun hubungan, memperluas akses pasar pebisnis Indonesia dan Pasifik, pertukaran pengalaman, kisah sukses, dan ide-ide baru pengusaha Indonesia dan Pasifik Selatan.

Kegiatan tersebut akan dilengkapi dengan pameran produk dan peluang bisnis Indonesia dari berbagai sektor diantaranya infrastruktur dan konektivitas, konstruksi, ekonomi digital, pertanian, perikanan, tekstil, dan ritel.

“Selain itu beberapa perusahaan baru Indonesia yang berfokus pada pengembangan produk berkelanjutan seperti biodegradable plastic juga akan ditampilkan. Produk ini akan kita jual ke kawasan Pasifik,” tutur Desra.

Pertemuan ISPF juga akan digunakan untuk menjajakaki preferential trade agreement (PTA) antara Indonesia dan negara-negara Pasifik Selatan.

Kegiatan terakhir adalah pembahasan inisiatif kerja sama teknik dan pelatihan tematik oleh Indonesia untuk negara-negara Pasifik Selatan mulai 18-22 Maret 2019, yang bertujuan meningkatkan kepercayaan wirausaha secara bertahap melalui program pembangunan keterampilan dan kompetensi, serta memperluas jaringan wirausaha perempuan dan pemuda.

“Peserta dalam kegiatan ini akan diberi kesempatan untuk berjejaring, berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam kewirausahaan dengan mitra mereka di Indonesia,” kata Desra.

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengacara: Pelaku penembakan Selandia Baru ‘jenius’

Jakarta (ANTARA) – Tersangka pria bersenjata dalam penyerangan masjid di Selandia Baru dinilai jenius dan memahami situasi yang dihadapinya, kata pengacara yang ditugaskan untuk menangani kasusnya kepada media, Senin.

Pria Australia bernama Brenton Tarrant, tersangka supremasi kulit putih, didakwa melakukan pembunuhan pada Sabtu ketika seorang pria menewaskan 50 orang dalam penembakan massal di dua masjid di Kota Christchurch.

Pelaku berusia 28 tahun itu menolak diwakili seorang pengacara, namun pengadilan menunjuk pengacara Richard Peters untuk menangani kasusnya.

“Dia jenius,” kata Peters kepada stasiun TV Australia Channel Nine.

“Dia tampaknya menyadari apa yang sedang ia hadapi dan mengapa ia berada di sana.”

Tarrant pada Sabtu dijebloskan ke penjara tanpa pembelaan dan kembali menjalani persidangan pada 5 April mendatang. Polisi menuturkan bahwa Tarrant kemungkinan menghadapi banyak tuduhan.

Selain 50 orang tewas, puluhan lainnya terluka di dua masjid di Kota South Island saat menjalankan solat Jumat.

Peter mengatakan dirinya harus mengesampingkan perasaan kaget dan kesedihannya untuk menjalankan amanat yang diberikan kepadanya.

“Cukup terkejut dan sedih melihat apa yang telah terjadi, namun berurusan dengan orang ini, saya harus mengesampingkan itu dan hanya berurusan dengan apa yang ada di depan saya,” kata dia.

Sumber: Reuters
Baca juga: Warga Turki selamat dalam penembakan di Selandia Baru
Baca juga: Keluarga Zulfirman Syah korban penembakan di Christchurch akan berangkat ke Selandia Baru
Baca juga: Pelaku penembakan massal Christchurch beli senjata di internet

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

18 negara hadiri dialog kerja sama Indo-Pasifik gagasan Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Delegasi dari 18 negara anggota Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS) akan menghadiri Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik (High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation) yang digagas Indonesia pada 20 Maret 2019 di Jakarta.

Mengangkat tema “Menuju Kawasan yang Damai, Sejahtera, dan Inklusif”, pertemuan yang rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ini bersifat informal dan tertutup.

“Tujuan pertemuan ini adalah pertama, meningkatkan kerja sama dan trust building di kawasan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang mengarah pada kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan pada prinsip-prinsip keterbukaan, transparansi inklusif, dan penghormatan terhadap hukum internasional,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI Desra Percaya dalam penjelasan kepada pers di Jakarta, Senin.

Pertemuan tersebut merupakan upaya dan kontribusi konkret Indonesia untuk memperkuat mekanisme dialog dalam kerangka ASEAN untuk kerja sama yang lebih mendalam dan inklusif di ASEAN, Desra melanjutkan.

Pertemuan tingkat tinggi akan dibagi menjadi dua sesi, yakni pembahasan umum (general debate) yang akan dipimpin Menlu RI Retno Marsudi, dan masing-masing ketua delegasi dari negara yang hadir akan menyampaikan pandangan mengenai Indo-Pasifik.

Selanjutnya, pertemuan akan diikuti diskusi tematik yang terbagi dalam tiga tema khusus, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kerja sama maritim, serta infrastruktur dan konektivitas.

Diskusi tematik tersebut diisi oleh perwakilan pemerintah seperti Menteri Koordinator bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan yang akan bicara mengenai infrastruktur dan konektivitas, juga kalangan akademisi yang memiliki keahlian dalam bidang-bidang terkait.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemlu RI Siswo Pramono menjelaskan bahwa dialog tingkat tinggi tersebut adalah inisiatif Indonesia untuk memperkuat konsep Indo-Pasifik yang masih digodok oleh negara-negara ASEAN.

Inisiatif serupa telah dilaksanakan sebelumnya oleh Thailand pada Juni 2018, namun dalam level berbeda atau yaitu tingkat pejabat tinggi.

Inti dari dialog semacam ini adalah suatu proses yang akan mendorong membangun kepercayaan diri (confidence building) di tengah berbagai konsep yang telah berkembang mengenai Indo-Pasifik yang dikemukakan oleh AS, Australia, Jepang, India, China, dan akhir-akhir ini oleh Korea Selatan.

“Tetapi, mereka semua adalah teman-teman kita dalam lingkungan EAS. Mereka bukan orang asing jadi masih bisa sejalan,” kata Siswo.

Karena itu, sesuai dengan semangat dari konsep Indonesia dan konsep ASEAN mengenai Indo-Pasifik, dialog tingkat tinggi ini dijadikan forum yang dinamis dan informal yang memungkinkan masing-masing negara dapat menjelaskan konsep masing-masing secara terbuka.

“Tujuannya bukan untuk mempertandingkan mana yang lebih bagus atau menyatukan dalam satu konsep, tetapi untuk menjelaskan mengenai konsep Indo-Pasifik. Dan, adalah tugas Indonesia dan teman-teman ASEAN untuk menyinergikan communalities (kepentingan bersama) dari masing-masing konsep tadi,” kata Siswo.

Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik akan dihadiri menlu dari Australia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

China, India, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, dan Vietnam mengirim wakil menteri luar negeri mereka untuk hadir dalam dialog tersebut, sedangkan Kamboja, Myanmar, Thailand, dan AS mengirim pejabat setingkat direktur jenderal.

Sementara Rusia dan Filipina akan diwakili oleh duta besar masing-masing untuk ASEAN.

Baca juga: Kemenlu bahas konsep Indo-Pasific bersama ilmuwan mancanegara

Baca juga: Indonesia ajak ASEAN dan mitranya kembangkan konsep Indo-Pasifik

Baca juga: China pertanyakan konsep Indo-Pasifik ASEAN

Baca juga: Indonesia-Thailand dorong pengembangan konsep Indo-Pasifik ASEAN

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelaku penembakan massal Christchurch beli senjata di internet

Jakarta (ANTARA) – Pemilik salah satu toko senjata di Selandia Baru mengatakan pria yang didakwa dengan pembunuhan massal di Christchurch membeli senjata api beserta amunisi dari tokonya secara daring, namun pihaknya tidak menjual senjata kekuatan tinggi yang digunakan dalam penembakan di masjid kepadanya.

Warga asal Australia, Brenton Tarrant, tersangka supremasi kulit putih, pada Sabtu didakwa dengan pembunuhan. Pria berusia 28 tahun itu dijebloskan ke penjara tanpa pembelaan dan akan menjalani persidangan pada 5 April mendatang. Polisi berpendapat kemungkinan pelaku menghadapi tuduhan lebih dari satu.

Pemilik toko Gun City, David Tipple mengatakan pelaku membeli empat senjata dan amunisi pada Desember 2017 hingga Maret 2018.

“MSSA, senjata otomatis bergaya militer, yang dilaporkan digunakan pelaku tidak dibeli dari toko Gun City. Toko tersebut tidak menjual MSSA untuknya, hanya senjata api kategori A,” kata Tipple saat konferensi pers di Christchurch.

Sebanyak 49 orang tewas dan 42 lainnya terluka di dua masjid berbeda di Christchurch pada Jumat.

Menurut hukum persenjataan Selandia Baru, senjata kategori A dapat menjadi senjata semi-otomatis namun terbatas pada tujuh tembakan. Video saat pelaku berada di masjid menunjukkan senjata semi otomatis berisikan banyak peluru.

Tipple menjelaskan bahwa pembelian daring mengikuti proses pemesanan melalui verifikasi polisi secara daring pula. Kemudian senjata-senjata tersebut dibeli dalam tiga atau empat proses pembelian.

“Kami tidak menemukan hal-hal khusus dalam pemegang lisensi. Pelaku merupakan pembeli baru dengan lisensi baru,” kata dia.

Lisensi senjata api kategori A standar dikeluarkan setelah pemeriksaan polisi dan latar belakang. Tidak ada lisensi yang diharuskan untuk membeli senjata yang berisikan banyak peluru, yang secara ilegal dapat dimodifikasi untuk digunakan sebagai senjata.

Lisensi hanya diperuntukan bagi pemilik, bukan senjata. Oleh sebab itu, tidak ada pengawasan tentang berapa banyak senjata yang dimiliki seseorang.

Batas usia minimum pemegang lisensi senjata yakini 26 tahun. Sedangkan untuk senjata semi otomatis 18 tahun.

Aturan hukum secara ketat soal senjata menjadi agenda utama Perdana Menteri Jacinda Ardern saat rapat kabinet pada Senin.

Sumber: Reuters
Baca juga: AS siap bantu Selandia Baru pascapembunuhan massal di masjid
Baca juga: Indonesia kecam aksi penembakan di masjid di Selandia Baru

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turki desak dunia hentikan penggunaan bahasa provokatif

Ankara (ANTARA) – Wakil Presiden Turki Fuat Oktay pada Senin mendesak dunia agar menghentikan penggunaan “bahasa yang provokatif setelah serangan teroris pada Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

“Kita harus mulai memakai bahasa yang berbeda. Seluruh dunia harus berhenti menggunakan bahasa-bahasa provokatif,” kata Oktay kepada wartawan bersama Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Oktay dan Cavusoglu mengunjungi Christchurch untuk menekankan tekad bersama Turki melawan islamofobia dan kebencian kepada warga negara asing guna menyoroti solidaritas negeri tersebut untuk Selandia Baru di tengah serangan teror.

Sedikitnya 50 orang meninggal ketika seorang teroris melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang sedang Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch.

Okray mengatakan teror dan teroris “tidak mengenal agama, tak mengenal ras, tak mengenal tempat”.

Sementara itu, Cavusoglu mengatakan satu pertemuan darurat Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) akan diselenggarakan pada Jumat, setelah serangan teroris di Selandia Baru.

“Di sini (selama pertemuan tersebut), kami akan membentuk satu komisi untuk menindaklanjuti keputusan yang telah kami ambil sekarang. Kami akan menggunakan ini sebagai semua landasan, termasuk PBB. Kami takkan membiarkan ini berlalu,” katanya.

Cavusoglu menambahkan bahwa umat Muslim di Selandia Baru dan di dunia “sangat tidak nyaman” dengan islamofobia dan rasisme –yang terus menyebar.

Oktay dan Cavusoglu mengunjungi para korban yang cedera, termasuk tiga warga negara Turki, di rumah sakit.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Facebook hapus 1,5 juta video penyerangan masjid Selandia Baru
Baca juga: Indonesia kecam pernyataan senator Australia soal teror Selandia Baru

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terorisme Musuh Bersama Semua Negara

ANTARA-Terorisme dan Radikalisme serta aksi kekerasan sejenisnya menjadi masalah darurat di banyak Negara termasuk di Republik Rakyat Tiongkok, utamanya di wilayah otonomi Xinjiang. Untuk selalu mengingatkan betapa buruk dampak dari aksi terorisme, pemerintah China mengabadikan 2000an aksi teror sepanjang tahun 1992 hingga 2015, di Xinjiang Expo di kota Urumqi.

Cara China meredam ekstremisme

ANTARA-Dalam dua tahun terakhir Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tengah disorot dunia atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kaum minoritas muslim Uighur di wilayah otonomi Xinjiang. Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial pada Agustus 2018 telah menerima laporan adanya penahanan 1 juta orang Uighur dan etnis minoritas lainnya sejak 2017 di kamp pusat re-edukasi. Sementara, pemerintah China menyebutnya sebagai Pusat Pelatihan Vokasional yang ditujukan untuk menjinakkan warga yang terpapar paham ekstremisme.

Melongok kehidupan beragama di negara komunis

ANTARA-Barangkali banyak yang mengira, tidak ada kehidupan beragama di negara komunis seperti China. Padahal ideologi negara tidak bisa serta-merta meniadakan agama dalam kehidupan sosial bangsanya. Meski dalam praktiknya, tentu saja warga tidak se-leluasa menjalankan peribadatan seperti halnya di Negara demokrasi seperti Indonesia.

Warga Turki selamat dalam penembakan di Selandia Baru

Christchurch (ANTARA) – Seorang warga negara Turki mengalami peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya dalam serangan teroris pada Jumat di Christchurch, Selandia Baru.

Mustafa Boztas, yang berada di Masjid An-Nur di Christchurch selama serangan teror, mengatakan pada Ahad (17/3) kepada Kantor Berita Turki, Anadolu, bahwa ia ditembak di kaki oleh teroris tersebut tapi dengan susah-payah berhasil menyelamatkan diri melalui jendela masjid.

Boztas, yang saat ini dirawat di rumah sakit, mengatakan bahwa saat kejadian ia bergegas keluar melalui jendela masjid ketika tembakan berhenti.

Ia mengenang bagaimana orang yang sedang shalat berusaha keluar dari masjid ketika mereka menyadari bahwa itu adalah serangan teror.

“Semua orang mulai berlarian dan berteriak,” kata Boztas.

“Teroris menembaki kami … Lalu ia pergi,” katanya.

Penembakan tersebut berhenti sebenar, ia mengenang, dan menduga mungkin teroris itu berusaha mengisi kembali senjatanya.

“Ketika penembakan berhenti, saya mengangkat kepala sementara tak ada seorang pun di sana. Saya memecahkan kaca jendela dengan menggunakan kepala saya dan menyelamatkan diri,” katanya.

Ia selamat dalam hitungan detik, katanya, sementara kamera teroris tersebut merekam dia meninggalkan tempat itu.

Boztas menambahkan bahwa di luar masjid ia melihat seorang lelaki muda di tanah.

“Saya melakukan tindakan penyelamatan. Saya berusaha menyelamatkan dia tapi sayangnya ia sudah meninggal, jadi saya menutup matanya dan mendengar suara tembakan lain, jadi saya berlari,” katanya.

Sedikitnya 50 orang tewas saat teroris yang bernama Brenton Harrison Tarrant menembaki orang-orang yang sedang menjalani Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood, kota terbesar ketiga di Selandia Baru.

Pembantaian tersebut disiarkan langsung di media sosial.

Tiga warga negara Turki termasuk di antara orang yang cedera dalam serangan teroris itu, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (16/3).

Sumber: Anadolu

Baca juga: Turki desak dunia hentikan penggunaan bahasa provokatif
Baca juga: Presiden Pakistan: perdamaian dunia tak bisa dicapai dengan penyebaran kebencian terhadap Muslim

 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kenapa Benih Separatisme Tumbuh di Xinjiang

ANTARA-Xinjiang, merupakan provinsi terunik di wilayah kekuasaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Warga Xinjiang rata-rata berparas perpaduan antara Eropa dan Timur Tengah. Kenyataan itu bisa dipahami, karena 45,84% penghuni wilayah otonomi Xinjiang adalah etnis Uighur yang serumpun dengan bangsa Turki dan bermigrasi dari Barat Laut Mongolia. Apakah perbedaan kontras yang lantas menumbuhkan sikap-sikap separatisme dari warga pemeluk Islam itu?

Lebih satu juta orang tandatangani petisi pemecatan senator Australia

Anadolu

Ankara (ANTARA) – Lebih dari satu juta orang telah menandatangani petisi bagi pemecatan Senator Australia Fraser Anning dari Parlemen, setelah pernyataannya sesudah serangan teroris pada Jumat (15/3) di dua masjid di Selandia Baru.

Petisi “Pecat Fraser Anning dari Parlemen” dimulai di change.org –landasan petisi terbesar di dunia– oleh seorang ahli syaraf setempat Kate Ahmad.

Tindakan itu dilakukan setelah Anning menganggap imigrasi orang Muslim menjadi penyebab serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru, tempat 50 orang meninggal ketika teroris yang bernama Brenton Harrison Tarrant menembaki orang yang sedang Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood.

Anning, yang dilempari telur pada Sabtu oleh seorang remaja yang bernama Will Connollu setelah pernyataan anti-imigrannya, mengatakan, “Penyebab sesungguhnya pertumpahan darah di jalanan Selandia Baru hari ini ialah program imigrasi –yang mengizinkan fakatik Muslim bermigrasi ke Selandia Baru.”

Petisi itu mengecam pernyataan anti-imigran oleh Anning dan menyeru pemerintah Australia agar membantu dalam penuntuan pengunduran diri Anning dari Senator independen, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

“Pandangan Senator Fraser Anning tak memiliki tempat di pemerintah negara kita yang demokratis dan banyak budaya. Di dalam ikatan hukum Australia, kami meminta ia didorong agar mundur dari posisinya sebagai Senator, dan jika layak, diselidiki oleh lembaga penegak hukum karena ia mendukung terorisme sayap-kanan,” demikian antara lain isi petisi tersebut.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat juga mengecam pernyataan Anning, dan mengatakan di Twitter, “Pernyataan oleh Senator Fraser Anning –yang menyalahkan serangan pembunuhan oleh seorang teroris ekstremis perusuh sayap-kanan di Selandia Baru pada imigrasi– menjijikkan. Pandang itu tak memiliki tempat di Australia, apalagi di Parlemen Australia.”

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keluarga WNI korban teror difasilitasi ke Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Keluarga WNI yang menjadi korban dalam aksi penembakan massal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, akan difasilitasi untuk berkunjung ke negara tersebut.

“Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta membantu menyiapkan dokumen perjalanan dan visanya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam penjelasan kepada pers di Jakarta, Senin.

Kemlu membantu memfasilitasi keluarga Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid (58), WNI yang meninggal dunia akibat serangan teror di Masjid Al Noor, untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung kepada almarhum.

Lilik adalah WNI yang selama 16 tahun terakhir menetap di Christchurch dan bekerja sebagai insinyur perawatan pesawat di maskapai Air New Zealand.
 

Menurut rencana, almarhum Lilik akan dimakamkan di Christchurch.

Selain keluarga almarhum Lilik, Kemlu juga membantu keluarga Zulfirman Syah, WNI yang bersama putranya terkena tembakan saat sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Linwood.

WNI asal Padang, Sumatera Barat itu, dan putranya yang baru berusia dua tahun masih dirawat di Christchurch Public Hospital hingga saat ini.

“Kondisi si ayah lebih parah daripada putranya, tetapi keduanya sudah mendapat perawatan dan kini berangsur pulih,” tutur Arrmanatha.

Kemlu mencatat delapan WNI menjadi korban dalam aksi penembakan di Christchurch, Jumat (15/3) lalu.

Dari jumlah tersebut, lima WNI dilaporkan selamat, dua WNI terluka, dan seorang WNI meninggal dunia.

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sampel DNA WNI korban Ethiopian Airlines dikirim ke Addis Ababa

Antara

Jakarta (ANTARA) – Sampel DNA Harina Hafidz (60), WNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines telah dikirim ke Addis Ababa untuk membantu proses identifikasi jenazah.

Harina adalah WNI yang tinggal dan bekerja untuk Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Roma, Italia selama 20 tahun terakhir.

“Sampel DNA dari WNI yang meninggal dunia telah dikirim dari Roma, dengan mengambil sampel DNA adik dari WNI tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam press briefing di Jakarta, Senin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kemlu RI, pemerintah Ethiopia akan segera memulai proses identifikasi jenazah yang dilakukan bersamaan dengan investigasi jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max-8 tersebut.

Pemerintah setempat, menurut Arrmanatha, telah membentuk tim khusus untuk melakukan identifikasi korban yang terdiri dari Polisi Federal Ethiopia, Komisi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol), dan Kementerian Kesehatan Ethiopia.

“Kami terus mendorong agar proses identifikasi dapat segera dilakukan sehingga keluarga dapat segera mendapat closure (pengungkapan) dari kecelakaan yang sangat buruk ini,” kata Arrmanatha.

KBRI Addis Ababa pada Jumat (15/3) telah menerima sampel DNA almarhumah Harina Hafidz.

“Sampel DNA tersebut akan segera disampaikan kepada pihak berwenang setempat,” ujar Duta Besar RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Dubes Al Busyra mengatakan bahwa Sabtu (16/3) sore bertempat di Kemlu Ethiopia, Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit Mogess dan State Minister Kemlu Ethiopia Dr. Markos Tekle, menyampaikan briefing kepada para duta besar tentang perkembangan terakhir dan langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah Ethiopia sehubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut.

Pemerintah Ethiopia saat ini membentuk High Steering Committee untuk menangani kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines.

Komite dipimpin oleh Menteri Transportasi dengan anggota menteri luar negeri, menteri keuangan, menteri kesehatan, jaksa agung, komisaris polisi federal, Otoritas Penerbangan Sipil Ethiopia, dan pihak maskapai Ethiopian Airlines.

Komite tersebut memiliki enam sub komite yaitu investigasi kecelakaan (Accident Investigation), identifikasi korban dan dukungan keluarga (Victim Identification and Family Support), urusan hukum (Legal Issues), lokasi kecelakaan (Accident Site), komunikasi dan hubungan masyarakat (Communication and PR), serta keuangan dan logistik (Finance and Logistic).

Dubes Al Busyra yang hadir dalam briefing tersebut mengatakan bahwa proses identifikasi korban kecelakaan diperkirakan akan selesai dalam waktu 5-6 bulan.

Sebelumnya pada Rabu (13/3), Dubes Al Busyra dan staf KBRI Addis Ababa berkunjung ke lokasi jatuhnya pesawat, sekitar 125 kilometer selatan Kota Addis Ababa dan memimpin doa bersama untuk almarhumah Harina Hafidz. ***2***

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Pakistan: perdamaian dunia tak bisa dicapai dengan penyebaran kebencian terhadap Muslim

antara

Karachi (ANTARA) – Presiden Pakistan Dr. Arif Alvi pada Ahad (17/3) mengatakan para pemimpin dunia perlu berhati-hati dalam memilih kata-kata dalam pidato mereka sebab perdamaian global tak bisa dicapai dengan menyebarkan kebencian terhadap umat Muslim.

Ketika berbicara dengan insan pers setelah mengunjungi keluarga warga negara Pakistan yang meninggal dalam serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, di Karachi, presiden tersebut mengatakan diperlukan waktu lama untuk memadamkan api kebencian dan masalah seperti itu tidak mudah diselesaikan.

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Pakistan, APP –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang, Presiden Pakistan tersebut mengatakan serangan teroris di Christchurch adalah akibat dari Islamfobia yang diciptakan di seluruh dunia.

Ia mengunjungi keluarga mendiang Zeeshan Ahmed –yang wafat dalam serangan teroris itu bersama kedua orang tuanya. Sebelumnya Presiden Alvi juga mengunjungi keluarga Sayed Areeb Ahmed, korban lain serangan di Selandia Baru.

Ia membaca Surat Al-Fatiha dan mendoakan semoga arwah orang yang meninggal diterima di sisi Allah. Ia juga menyampaikan simpati dan solidaritas kepada keluarga yang berduka dan berdoa semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi peristiwa tersebut.

Presiden Pakistan itu mengatakan pemerintah menyampaikan semua bantuan kepada keluarga korban.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia kecam pernyataan senator Australia soal teror Selandia Baru

…sangat salah untuk mengaitkan terorisme atau kekerasan dengan Islam atau pun agama lainnya

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan senator Australia Fraser Anning terkait aksi teror di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, minggu lalu.

Anning, dalam pernyataan tertulisnya yang dirilis Jumat (15/3), mengatakan penyebab tragedi penembakan massal di Selandia Baru adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim bermigrasi ke negara tersebut.

Menanggapi pernyataan Anning, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Senin pagi, memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan untuk menyampaikan kecaman keras pemerintah Indonesia.

Senator Negara Bagian Queensland itu juga menyebut bahwa umat Islam adalah pelaku teror yang biasanya membunuh orang atas nama keyakinan mereka.

“Pernyataan itu menunjukkan ketidakpahaman senator tersebut mengenai Islam. Bahwa sangat salah untuk mengaitkan terorisme atau kekerasan dengan Islam atau pun agama lainnya,” kata Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir dalam penjelasan kepada pers di Jakarta, Senin.

Indonesia berpendapat bahwa pandangan Anning mengenai Islam, yang ia sebut sebagai “ideologi kejam yang membenarkan perang tanpa akhir melawan siapapun yang menentang dan menyerukan pembunuhan orang-orang kafir dan murtad” adalah sangat picik.

“Tidak ada tempat untuk pemikiran seperti itu di dunia modern saat ini, tidak di Australia, Indonesia, atau dimanapun di dunia ini,” Arrmanatha menegaskan.

Sementara itu, terkait permintaan Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris untuk melarang Fraser Anning memasuki wilayah Indonesia sebagai akibat dari pernyataannya tersebut, Kemlu menegaskan bahwa izin bagi seorang warga negara asing untuk masuk ke wilayah Indonesia sepenuhnya merupakan hak pemerintah Indonesia.

Usulan agar Anning dicegah masuk ke Indonesia untuk alasan apapun, menurut Charles, dianggap penting agar ia tidak menularkan cara pandang yang dapat memecah belah umat beragama di tanah air.

“Sejauh ini tidak ada rencana yang bersangkutan (Fraser Anning) untuk berkunjung ke Indonesia. Namun apabila ada rencana (kunjungan), maka hak sepenuhnya ada di pemerintah Indonesia untuk menentukan boleh atau tidaknya seseorang masuk ke Indonesia,” kata Arrmanatha.

Baca juga: Kutuk penembakan Selandia Baru, Charles minta Fraser Anning ditangkal

Baca juga: Ricky Martin kecam standar ganda media soal penembakan Selandia Baru

Baca juga: Kata-kata terakhir lelaki Afghanistan perlihatkan Islam itu perdamaian

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kata-kata terakhir lelaki Afghanistan perlihatkan Islam itu perdamaian

Kabul (ANTARA) – Saat dunia terkejut akibat serangan teroris yang menghancurkan hati pada Jumat (15/3) di Christchurch, Selandia Baru, rakyat Afghanistan –negara yang diporak-porandakan oleh invasi asing– berduka atas meninggalnya Daud Nabi, wajah Islam yang sederhana di negeri itu.

Daud Nabi meninggal dalam aksi darah dingin bersama dengan 49 lagi orang yang sedang Shalat Jumat di dua masjid di Christchurh.

Mantan pengungsi Afghanistan yang berusia 71 tahun itu termasuk di antara anggota pendiri Masjid An-Nur, satu dari dua masjid yang diserang oleh seorang teroris.

Daud berdiri di pintu masuk masjid untuk menyambut orang yang akan menunaikan Shalat Jumat, saat teroris tersebut datang. Dalam rekaman video yang disiarkan langsung mengenai pembantaian tersebut di Facebook. Daud Nabi terlihat dengan hangat menyambut Brenton Tarrant, teroris yang berusia 28 tahun, dan mengatakan, “Wahai Saudara.” Ia mungkinkan mengharapkan sapaan serupa dari Tarrant tapi malah menerima beberapa peluru.

Sapaan sederhana Daud Nabi saat menghadapi kematian telah menyentuh hati ribuan orang di seluruh dunia, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam.

Kata-kata terakhirnya “Wahai Saudara” telah menjadi “trending” dalam cuitan dalam Bahasa Arab, Inggir, Pashtun, Persia, Turki dan bahasa lain.

“Tarrant ingin menghentikan #Islam, tapi ia menciptakan makin banyak pahlawan Islam, ia memperlihatkan kepada kita wajah jelek #Islamophobia dan penyakit di dalam #ChristchurchTerrorAttack #HelloBrother -nya sendiri,” demikian isi satu dari banyak cuitan.

“Kata-kata terakhir mengenai jiwa yang murni diisi oleh keyakinan damai. #HelloBrother,” tulis cuitan lain.

Daud Nabi, yang menyelamatkan diri dari kekuasaan Uni Sovyet, mengungsi ke Selandia Baru sekitar empat dasarwarsa lalu. Ia adalah kepala masyarakat kecil Afghanistan di sana.

Salah seorang putranya, Omar Nabi, mengatakan kepada BBC layanan Bahasa Pashtun di Afghanistan, ayahnya sejak dulu selalu melayani masyarakat terutama migran. “Ia tak pernah meminta atau mengharapkan apapun sebagai imbalan. Ia selalu berjuang bagi kesejahteraan mereka.”

Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani mencuit pada Ahad, “Hari ini, saya berbicara dan menyampaikan belasungkawa paling dalam saya kepada keluarga Haji Mohammad Daud Nabi dan Matiullah Safi. Mereka syahid dalam serangan di masjid di Christchurch, Selandia Baru. Saya mengulurkan bantuan yang mungkin diberikan kepada keluarga yang berduka.”

Kedutaan Besar Afghanistan di Selandia Baru mengatakan satu lagi warganegara Afghanistan menghalangi teroris itu memasuki Masjid Lindwood, masjid kedua yang diserang.

“Seorang lelaki asal Afghanistan, Abdul Aziz –yang berada di dalam Masjid LInwood ketika diserang telah dipuji sebagai pahlawan karena berani menghadapi pria bersenjata tersebut. Aziz memburu dia dan mencegah lebih banyak korban jiwa,” katanya.

“Abdul Aziz tidak bersembunyi ketika pelaku mendatangi Masjid Linwood selama Shalat Jumat, membunuh orang yang ada di depannya. Ia malah mengambil benda apa saja yang dapat ia temukan –mesin kartu kredit– dan berlari ke luar sambil berteriak ‘ayo sini!”

Migran Muslim dari Pakistan, India, Afghanistan dan negara lain menjadi korban serangan teroris itu.

Penyunting: Chaidar Abdullah

Penerjemah: Antara/Anadolu
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ricky Martin kecam standar ganda media soal penembakan Selandia Baru

Di postingan Instagram, Ricky Martin, menulis, “Orang, yang membunuh lebih dari 40 Namazi dan membuat 20 orang luka parah. Semua media internasional menyebut dia ‘Penembak’ dan ‘Ekstremis’ bukan ‘teroris’, mengapa?”

Istanbul (ANTARA) – Penyanyi Puerto Riko Ricky Martin, yang digadang-gadang sebagai Raja Pop Latin, mengecam media internasional karena tidak menyebut orang yang membunuh sedikitnya 49 orang dalam serangan terhadap dua masjid di Selandia Baru, “teroris”.

Di postingan Instagram, Ricky Martin, menulis, “Orang, yang membunuh lebih dari 40 Namazi dan membuat 20 orang luka parah. Semua media internasional menyebut dia ‘Penembak’ dan ‘Ekstremis’ bukan ‘teroris’, mengapa?”

“Sebab dia bukan Muslim,” tulis Ricky Martin, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam.

Teroris yang diidentifikasi sebagai Brenton Harrison Tarrant (28) melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru. Sedikitnya 49 orang tewas dan 12 orang lagi kritis akibat serangan itu.

Tarrant akan tetap ditahan sampai 5 April, demikian putusan satu pengadilan Selandia Baru pada Sabtu.

Baca juga: Ricky Martin berjuang melawan perdagangan anak

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taliban tangkap 50 personel polisi perbatasan sementara pertempuran meningkat di Afghanistan barat

Kabul (ANTARA) – Sedikitnya 50 anggota pasukan keamanan Afghanistan telah menyerah ke Taliban dalam pertempuran untuk menguasai Provinsi Badghis di bagian barat negara itu, peristiwa yang telah merenggut cukup banyak korban, kata para pejabat.

Pertempuran di Afghanistan telah meningkat bahkan ketika para pejabat Taliban dan Amerika Serikat menyelesaikan babak paling terbaru dari perundingan perdamaian pada Selasa, yang disebutkan kedua pihak mengalami kemajuan.

Kekerasan di Afghanistan biasanya menunjukkan peningkatan pada musim semi.

Sebanyak 100 personel Afganistan yang merupakan bagian dari kepolisian perbatasan di bawah Kementerian Dalam Negeri berusaha meninggalkan pos-pos mereka ke negara tetangga Turkmenistan pada Sabtu, tetapi mereka dicegah masuk ke negara itu, kata Abdul Aziz Bik, ketua dewan Provinsi Baghdis, pada Ahad.

Sekitar 50 personel polisi perbatasan Afghanistan menyerah, sisanya lagi terus bertempur di distrik Bala Murghab, katanya. Bala Murghab merupakan distrik yang sangat padat di provinsi itu.

“Para tentara ini telah bertempur melawan Talban selama bertahun-tahun dan jika mereka menyerah, mereka akan dibunuh oleh Taliban,” kata Bik

Distrik itu berisiko jatuh ke ke tangan Taliban jika pasukan Afghanistan tidak memperoleh tambahan kekuatan di darat dan udara, kata Abdullah Afzali, anggota dewan itu pada Sabtu.

Taliban menyatakan 90 personel polisi perbatasan telah menyerah kepada kelompok militan itu yang mengunggah foto-foto mereka yang ditangkap Taliban dan menambahkan pihaknya telah membunuh banyak lagi. Jamshid Shahabi, juru bicara gubernur Badghis, mengatakan Taliban telah menggelembungkan perkiraan jumlah anggota pasukan yang ditangkap.

Baca juga: Buku baru: mantan pemimpin Taliban hidup di depan mata AS
Baca juga: Pasukan Afghanistan bentrok dengan Taliban berebut pangkalan militer
Baca juga: Taliban katakan AS janji bakal tarik setengah pasukannya di Afghanistan hingga akhir April

Sejauh ini belum jelas berapa banyak personel polisi Afghanistan dan anggota Taliban yang terbunuh atau terluka dalam pertempuran untuk menguasai distrik itu.

Tetapi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mencuit bahwa serangan-serangan di Bala Murghab telah menimbulkan banyak korban. Dikatakan, pihaknya telah memfasilitasi penyerahan 20 jasad tentara ke Korps Tentara Nasional Afghanistan.

Dalam cuitannya di Twitter, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan pasukannya telah membunuh 12 anggota Taliban di Bala Murghab, sebagai bagian dari operasi di seluruh 10 provinsi selama 24 jam sebelumnya. Seorang jubir kementerian itu tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Distrik Bala Murghab telah menjadi medan tempur dalam beberapa bulan belakangan. Taliban membunuh 20 serdadu Afghanistan dan menangkap 20 lagi kurang dari sepekan lalu.

Sumber: Reuters

Pewartawa: Mohamad Anthoni

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat tewas dalam ledakan kereta di Baluchistan Pakistan

Quetta, Pakistan (ANTARA) – Empat orang tewas dan 10 lainnya cedera di Pakistan, Minggu saat sebuah bom meledak di kereta yang tengah melaju di daerah kaya sumber daya alam, Baluchitta, tempat para pemberontak memerangi pasukan keamanan selama bertahun-tahun.

Belum segera ada yang mengaku bertanggungjawab, namun kelompok sempalan suku Baluch, yang memperjuangkan tindakan yang mereka sebut eksploitasi yang tidak adil atas gas dan sumber-sumber lain di provinsi mereka, pada masa lalu pernah melakukan serangan terhadap kereta api.

“Empat orang, seorang remaja putri dan ibunya dan dua orang lain terbunuh dalam ledakan,” kata Irfan Bashir, kepala polisi di distrik Naseerabad, tempat ledakan terjadi, kepada Reuters.

Ledakan membuat enam rangkaian kereta anjlok, saat sedang melintas dari Peshawar di barat daya menuju Baluchistan, Ibu Kota Provinsi Quetta.

Kejadian ini merupakan serangan kedua dalam dua pekan di kawasan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam serangan sebelumnya, kata perwira polisi yang lain.

Baluchistan merupakan tempat penting bagi proyek-proyek energi dan transportasi yang merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China, yang telah membawa investasi sebesar 57 miliar dolar ke Pakistan.

Kekerasan di provinsi tersebut yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran telah memicu kekhawatiran akan keamanan penanaman modal, khususnya yang terkait dengan jalur energi yang akan melayani dari China bagian barat menuju pelabuhan Gwadar di Pakistan selatan.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Maria Dian A
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenlu Malaysia nyatakan satu warga jadi korban gempa bumi Lombok Timur

Kuala Lumpur (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta telah menerima laporan bahwa seorang warganegara Malaysia telah menjadi  korban dan enam lainnya belum diketahui nasibnya dalam  gempa bumi berskala 5.8 Richter yang melanda Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Minggu jam 02.07 petang waktu setempat.
Pernyataan pers Kemenlu Malaysia menyebutkan ke enam  orang warganegara Malaysia dilaporkan berada di Air Terjun Tiu Kelep di Senaru, Lombok Utara, saat gempa bumi melanda wilayah tersebut.
Getaran akibat gempa bumi tersebut turut dirasakan di kawasan Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram di Nusa Tenggara Barat dan sebagian kawasan selatan Pulau Bali.
Usaha mencari dan menyelamatkan sedang giat dijalankan oleh pihak pemerintah setempat.
Hingga kini pemerintah setempat masih belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai bencana ini.
Kementerian Luar Negeri menyampaikkan rasa sedih dan simpati terhadap korban dan keluarga mereka menyusul bencana gempa bumi ini dan menyarankan supaya semua warganegara Malaysia yang terdampak untuk menghubungi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada nomor telepon
(+6221) 522 4947.
Sementara Menteri Perekonomian Mohamed Azmin Ali mengatakan pihaknya menerima informasi gempa bumi berkekuatan 5.8 skala Richter yang melanda Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Minggu tengah hari .
“Saya juga diinformasikan bahwa terdapat sekelompok rakyat Malaysia yang berada di sana ketika gempa melanda. Turut berdukacita karena laporan awal menginformasikan bahwa terdapat seorang rakyat Malaysia yang turut menjadi korban sementara beberapa yang lain masih hilang akibat bencana tersebut,” katanya.
Baca juga: 12 warga Malaysia korban longsoran air terjun Tiu Kelep dilarikan ke Puskesmas Bayan
Baca juga: Nama-nama korban longsoran air terjun Tiu Kelep di Puskesmas Bayan
Baca juga: 40 wisatawan Malaysia terjebak di air terjun Tiu Kelep Lombok Utara
Baca juga: BPBD NTB evakuasi 5 wisatawan yang terjebak di Tiu Kelep pascagempa 5,8 SR

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Thailand berbondong-bondong ikuti pemilu pertama sejak kudeta 2014

Bangkok (ANTARA) – Banyak warga Thailand mengantre pada Minggu, sebagian selama beberapa jam, untuk memberikan suara lebih dini pada pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada 24 Maret, yang merupakan pemilu pertama di negara itu setelah kudeta militer 2014.

“Senang rasanya bisa menggunakan hak demokrasi kami,” kata Adulwit Sinthusiri (29), salah seorang dari 2,6 juta orang Thailand yang mendaftar untuk memberikan suara dini, yang berlangsung sehari saja.

Sesuai aturan pemilu, mereka yang terdaftar dalam pemungutan suara pada Minggu tetapi tidak menggunakannya akan kehilangan peluang untuk ikut serta dalam pemilu.

Ada 52 juta orang Thailand berumur di atas 18 tahun yang dapat memberikan suara.

Pemilu kali ini  secara luas merupakan persaingan partai junta pimpinan Prayuth Chan-ocha yang memimpin kudeta 2014 saat dia menjadi panglima tentara, melawan partai populer yang setia pada perdana menteri terdepak Thaksin Shinawatra serta partai-partai yang menentang dominasi militer di dalam pemerintahan.

Sejumlah partai baru yang kecil dan menengah kemungkinan akan memegang kunci untuk membentuk pemerintahan koalisi setelah pemungutan suara, namun partai Prayuth punya keuntungan bawaan karena junta memiliki keistimewaan untuk menentukan siapa saja yang akan menempati  250 kursi Senat. Dengan kursi sebanyak itu, partai tersebut sudah mulai unggul dalam mengumpulkan suara mayoritas di parlemen untuk memilik perdana menteri.    

Pemilihan dilakukan untuk memperebutkan 500 kursi wakil rakyat.

Adulwit mengatakan dia tidak terkesan dengan kinerja pemerintah selama lima tahun terakhir.  Ia berkeyakinan bahwa partai-partai baru seperti Partai Melangkah Maju, sebuah kelompok antijunta pimpinan konglomerat berusia 40 tahun, Thanathorn Juangroongruangkit, bisa membuat perbedaan.

Banyak warga Thailand menghendaki Prayuth, yang menjadi perdana menteri setelah kudeta kemudian pensiun dari militer, untuk tetap menjabat, sehingga secara efektif membentuk demokrasi yang masih dikuasai militer. 

“Prayuth adalah orang baik… orangnya tidak berbelit-belit dan ia melakukan hal-hal baik untuk negara,” kata Nawarat Phuyungwattana (63) dari provinsi Narathiwat di selatan, sebagaimana diberitakan oleh Reuters.

Partai-partai pro-Thaksin berkampanye mengenai kebijakan-kebijakan yang mereka sebut akan meningkatkan ekonomi serta dapat menaikkan harga beras dan karet.

Partai yang berafiliasi dengan Thaksin, mantan perdana menteri yang sedang mengasingkan diri sendiri setelah dihukum atas dakwaan korupsi, telah memenangkan pemilihan sejak 2001 dengan kebijakan-kebijakan populis, seperti skema kesehatan secara umum.

Militer menggulingkan pemerintahan pro-Thaksin dalam kudeta pada 2006 serta kemudian pada 2014, yaitu ketika pemerintahan sedang dipimpin oleh saudara Thaksin, Yingluck Shinawatra.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden ajak Thailand kerja sama antisipasi penurunan harga karet
Baca juga: Indonesia-Thailand peringati 70 tahun hubungan diplomatik tahun depan

Penerjemah: Maria Dian A
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anjungan Indonesia terbaik di “Hong Kong Flower Show”

“Terima kasih atas dukungan semua masyarakat Indonesia sehingga kita mendapatkan penghargaan ini,” kata Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Tri Tharyat kepada Antara di Beijing, Minggu.

Beijing (ANTARA) – Anjungan Indonesia berbentuk rumah adat Batak Toba meraih penghargaan di ajang “Hong Kong Flower Show 2019”.

“Terima kasih atas dukungan semua masyarakat Indonesia sehingga kita mendapatkan penghargaan ini,” kata Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Tri Tharyat kepada Antara di Beijing, Minggu.

Rumah adat Batak Toba meraih penghargaan untuk kategori “Outstanding Exhibit” di ajang pameran bunga paling bergengsi dan terbesar di Hong Kong tersebut.

“Setiap tahun, Indonesia selalu menampilkan rumah adat yang berbeda untuk mengenalkan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat Hong Kong dan warga asing lainnya,” ujarnya.

Anjungan tersebut sangat unik dan kental dengan nuansa budaya Nusantara yang beragam dan berbeda dengan anjungan lainnya di ajang tersebut.

Bahkan saat membuka ajang tersebut pada Jumat (15/3), Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carie Lam menyempatkan diri mengunjungi rumah adat yang diberi nama Rumah Si Ucok dan Si Butet itu.

“Beliau mengatakan ‘beautiful’ saat memasuki rumah adat kita,” kata Tri yang mendampingi orang nomor satu di Hong Kong dalam kesempatan itu.

Selain menghadirkan rumah adat, Indonesia juga mendapatkan kesempatan menampilkan 10 kelompok kesenian di ajang tersebut.

Kesepuluh kelompok seni yang bakal tampil tersebut merupakan hasil seleksi Konsulat Jenderal RI di Hong Kong. ***3*** (T.M038)

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyanyi Afghanistan kembali ke negerinya walau ada ancaman

Kabul (ANTARA) – Tiap kali Aryana Sayeed, salah seorang penyanyi paling terkenal Afghanistan, kembali ke negerinya, dengan berani ia menghadapi ancaman dan bertahan dengan pilihan pakaian yang dikenakannya.

Aryana masih sering pulang dan memberikan semangat kepada kaum perempuan lewat musiknya, perpaduan antara lagu-lagu pop dan tradisional, di negaranya yang masih memberlakukan pembatasan-pembatasan.

“Sungguh sulit bagi saya sebagai penyanyi untuk melakukan tugas saya di Afghanistan dengan tekanan yang ada di benak saya, ancaman-ancaman yang saya terima, serangan-serangan di media sosial,” kata dia dalam wawancara di Kabul. “Saya menerima pesan-pesan, yang pasti membuat takut.”

Aryana, biasa ia disapa, pekan lalu selesai pentas di acara Bintang Afghanistan, kompetisi menyanyi yang disiarkan televisi.

Pada tahun 2017, Aryana membuat heboh orang-orang Afghanistan yang konservatif ketika ia berpose dengan mengenakan gaun berwarna-warni di satu konser Paris. Para tokoh agama mengancam akan membunuhnya jika kembali untuk tampil di sebuah konser yang sudah dijadwalkan di Kabul.

Kenyataannya dia tampil bernyanyi untuk menghibur.

“Orang-orang senang mendengar suaranya. Tetapi mereka tidak suka dia,” kata pembuat film Sadamn Wahidi, yang mengerjakan film dokumenter tentang Aryana, yang sering dibandingkan dengan bintang reality show Hollywood Kim Kardashian.

Keberhasilan Aryana di Afghanistan dan di antara orang-orang Afghanistan yang tinggal di luar negeri melukiskan betapa banyak perubahan terhadap perlakuan kepada kaum perempuan sejak penggulingan Taliban tahun 2001 oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat. Tetapi kecaman pedas yang diterimanya menunjukkan beberapa hal masih belum berubah banyak.

Penyanyi itu dilahirkan 34 tahun lalu di Kabul. Keluarganya meninggalkan Afghanistan ketika terjadi perang saudara, menuju Pakistan dan kemudian ke Swiss. Saat itu ia masih berumur 8 tahun. Setelah perkara suaka keluarga itu ditolak, mereka membayar penyelundup untuk sampai ke London, dan bermukim di sana hingga kini.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pria kulit putih didakwa terlibat dalam pembunuhan di Selandia Baru

Christchurch/Wellington (ANTARA) – Brenton Harrison Tarrant, pria berusia 28 tahun asal Australia, didakwa terlibat dalam pembunuhan pada Sabtu setelah 49 orang tewas dan puluhan luka-luka dalam penembakan massal di dua masjid Selandia Baru.

Tarrant, yang tangannya diborgol dan mengenakan seragam tahanan berwarna putih, berdiri diam di Pengadilan District Chrischurch. Ia akan diadili pada 5 April dan polisi mengatakan ia kemungkinan akan menghadapi dakwaan-dakwaan lebih lanjut.

Serangan pada Jumat, yang dikatakan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sebagai aksi terorisme, merupakan pembunuhan massal di saat damai yang terburuk di negara itu dan negara itu menaikkan level ancaman keamanannya ke tingkat paling tinggi.

Tarrant dilukiskan sebagai tersangka yang merasa memiliki supremasi kulit putih berdasarkan aktivitas sosial medianya.

Gambar video mengenai serangan pada salah satu masjid itu disiarkan langsung di Facebook, dan satu “manifesto” yang mengecam para imigran sebagai “penyerbu” juga diunggah di jejaring melalui tautan yang terkait berita-berita di sosmed.

Video tersebut menunjukkan seorang pria bergerak ke masjid Al Noor, lalu masuk dan melepaskan tembakan terhadap orang-orang dengan senjata semi otomatis. Para jamaah, yang barangkali sudah tak bernyawa lagi dan luka-luka, tergeletak di lantai.

Setelah itu penembak kembali ke mobilnya, mengganti senjata, masuk lagi ke dalam masjid dan mulai menembak kembali. Kamera yang dipasang di kepalanya merekam aksi pembunuhan tersebut, seperti adegan di video game.

Sebanyak 41 orang tewas di masjid Al Noor.

Polisi menyatakan penembak itu memerlukan waktu tujuh menit untuk pergi ke masjid kedua di pinggiran Linwood, tempat tujuh orang tewas. Tak ada gambar dari aksi di masjid kedua.

Tarrant ditangkap di sebuah mobil, yang dikatakan oleh polisi membawa bahan peledak, 36 menit setelah mereka pertama kali diberitahu.

“Pelaku bergerak, ada dua senjata api lagi di dalam kendaraan itu, dan dia punya maksud untuk melanjutkan serangannya,” kata Ardern kepada wartawan di Christchurch pada Sabtu.

Kantor Ardern mengatakan tersangka telah mengirim “manifesto” itu dalam bentuk surat elektronik ke alamat kantor perdana menteri, pemimpin oposisi, ketua parlemen dan sekitar 70 media menjelang penyerangan tersebut.

Seorang juru bicara mengatakan surat elektronik itu tidak melukiskan insiden secara khusus dan “tak ada dalam konten atau waktu yang dapat mencegah serangan tersebut.”

Anggota staf yang memantau laporan-laporan yang dikirim ke layanan parlemen segera mengirim ke polisi, ujar jubir itu.

Dua orang lainnya ditahan dan polisi mengatakan mereka berusaha untuk mempelajari apakah orang-orang itu terlibat.

Tak satupun yang ditangkap memiliki sejarah kejahatan atau berada dalam daftar pengawasan di Selandia Baru atau Australia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Dubes Tantowi jenguk korban penembakan Christchurch

Baca juga: “Peace Leader Indonesia” kecam aksi teror di masjid Selandia Baru

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Tantowi jenguk korban penembakan Christchurch

Jakarta (ANTARA) – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menjenguk dua WNI yang masih dirawat di Christchurch Public Hospital, akibat terkena tembakan dalam serangan teror di dua masjid kota tersebut.

Dubes Tantowi dan tim konsuler KBRI Wellington menjenguk Zulfirman Syah yang masih mendapat perawatan medis di Christchurch Public Hospital, setelah menjalani serangkaian operasi akibat tembakan berkali-kali yang melukai tubuhnya.

Sementara kondisi anak laki-laki Zulfirman Syah, yang ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut, diketahui sudah stabil, demikian keterangan tertulis KBRI Wellington yang diterima di Jakarta, Sabtu.

KBRI Wellington mengapresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Zulfirman Syah selama masa perawatan di rumah sakit tersebut.

Sebelum menjenguk WNI yang menjadi korban, Dubes Tantowi meninjau lokasi Masjid Al-Noor yang menjadi salah satu sasaran teror serta melakukan doa bersama masyarakat di Hagley Park yang ditujukan untuk menghormati para korban serta keluarganya.

KBRI Wellington juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington telah membentuk Posko Sementara Paska Peristiwa Penembakan yang bekerja selama 24 jam sejak Jumat (15/3).

Posko ini bertugas memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington membuka hotline dan menunjuk contact persons untuk dapat dihubungi selama 24 jam, yaitu:

Sdr. Rendy Ramanda (+6421 1950 980)
Sdr. Luth Anugranya (+6422 3812 065)

Baca juga: Satu WNI korban penembakan di Christchurch meninggal dunia

Baca juga: Kecaman dunia terhadap aksi teror di Christchurch, Selandia Baru

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu WNI korban penembakan di Christchurch meninggal dunia

Jakarta (ANTARA) – Satu WNI bernama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid yang sebelumnya dilaporkan hilang, saat ini telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, KBRI Wellington menerima kabar meninggalnya Lilik Abdul Hamid pada hari kejadian, pukul 22.10 waktu setempat.

Segera setelah memperoleh kepastian tersebut, Menteri Luar Negeri RI Retno berbicara langsung dengan Nina, istri almarhum.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, Menlu Retno menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam pemerintah Indonesia atas meninggalnya WNI yang bekerja di maskapai Air New Zealand itu.

Menlu Retno juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Duta Besar RI untuk Selandia Baru akan memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya bersama segenap masyarakat Indonesia di Christchurch mengunjungi kediaman keluarga Lilik di Christchurch dalam untuk memberikan dukungan atas musibah ini.

Sejauh ini dilaporkan terdapat sekitar tujuh WNI yang berada di kedua masjid di Christchurch, yang menjadi sasaran teror pada Jumat (15/3).

Empat WNI dinyatakan selamat, dua orang terluka dan saat ini masih menjalani perawatan di Christchurch Public Hospital, dan satu korban meninggal dunia.

Baca juga: “Peace Leader Indonesia” kecam aksi teror di masjid Selandia Baru

Baca juga: Keluarga berharap pemerintah fasilitasi mereka berangkat ke Selandia Baru

Baca juga: Dua korban penembakan di Selandia Baru asal Sumbar

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Umat Muslim Dunia berduka atas aksi teror di Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Warga muslim dunia berduka atas tragedi penembakan brutal di dua masjid yang berada di kota Christchurch, Selandia Baru.

Puluhan jamaah yang hendak menunaikan ibadah shalat jumat tewas seketika diberondong peluru oleh 4 orang teroris yang satu di antara pelaku adalah warga negara Australia.

Bahkan aksi biadab itu sempat disiarkan secara langsung oleh salah seorang pelaku di media sosial.

Aksi terorisme itu menyebabkan 49 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya luka-luka.

Saat ini, Kepolisian Selandia Baru sudah menangkap empat orang pelaku yang terdiri tiga laki-laki dan satu perempuan.

Insiden mengerikan itu mengundang simpati, belasungkawa, dan kecaman dari seluruh dunia terutama umat muslim.

Imam Besar Masjid sekaligus Universitas Al-Azhar di Mesir, Syekh Ahmed al-Tayeb mengutuk serangan teroris terhadap masjid-masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Syekh Ahmed menyatakan aksi terorisme itu merupakan indikator serius konsekuensi dari meningkatnya pidato kebencian, xenofobia dan penyebaran Islamofobia di banyak negara Eropa.

Ia menekankan untuk tidak menoleransi kelompok-kelompok rasis yang melakukan tindakan keji itu.

Sementara itu Anwar Ibrahim, pemimpin partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa di Malaysia, menyebut serangan mematikan itu sebagai tragedi hitam yang dihadapi umat manusia dan perdamaian universal.

Ia mengaku sangat sedih atas tindakan yang tidak beradab itu.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa aksi teror itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan secara universal.

Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa terdalam kepada keluarga para korban dan orang-orang Selandia Baru.

Selain itu, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia juga mengecam keras aksi terorisme itu.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kerja di Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Indonesia sangat mengecam keras aksi kekerasan seperti ini. Saya juga menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban yang ada dari aksi tersebut, ujar Presiden Joko Widodo.

Atas kejadian tersebut, Presiden mengimbau warga negara Indonesia yang ada di Selandia Baru untuk meningkatkan kewaspadaan.

Liga Muslim Dunia juga menyatakan kesedihan dan kecaman yang mendalam atas aksi terorisme yang merenggut puluhan nyawa yang tidak berdosa.

Aksi penembakan massal itu secara gamblang mencerminkan kebencian kepada umat muslim.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Liga Muslim Dunia Syeikh Dr. Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa, mengatakan bahwa perbuatan biadab ini sama dengan apa yang dilakukan oleh Daesh dan Al-Qaeda.

Ia menekankan pentingnya mengatasi ekstremisme dan kontra-ekstremisme. Dengan demikian, lanjut Syeikh Abdul Karim, perlu diberlakukan undang-undang yang mencegah semua bentuk hasutan kebencian, termasuk penghinaan agama dan etnis.

Syeikh Abdul Karim percaya bahwa pemerintah Selandia Baru mampu menyeret para pelaku yang terlibat dalam kejahatan ini ke pengadilan dan menuntut mereka sebagai teroris.

Mengutuk aksi terorisme

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas mengatakan pelaku penembakan Masjid Al Noor di Selandia Baru adalah biadab.

“Kita belum tahu pasti siapa pelaku dan apa motifnya. Namun siapapun dan apapun motifnya, itu tindakan biadab,” kata Robikin saat itu.

Dia mengatakan penembakan itu adalah tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan dan jauh dari nilai agama. Aksi terkeji itu juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri.

Menurut dia, dunia layak mengutuk kasus tersebut. Robikin berharap kasus itu dapat segera diselesaikan.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan pelaku penembakan jamaah masjid di Selandia Baru merupakan teroris dan tindakan tersebut adalah bentuk terorisme.

Pemuda Muhammadiyah mengutuk keras dan mengecam tindakan terorisme tersebut serta menuntut penegak hukum mengadili pelaku dengan sanksi hukum seberat-beratnya, kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto.

Menurut dia, kota Christchurch tempat kejadian terorisme itu sejatinya adalah kota dengan sejuta taman yang ramah pada pendatang dan damai.

Akan tetapi, Nanto mengatakan kedamaian kota tersebut ternodai aksi teroris biadab. Hanya saja, pemerintah Selandia Baru cenderung tidak melakukan aksi pencegahan atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Sholeh mengajak umat Islam untuk melaksanakan shalat jenazah secara ghaib yang ditujukan bagi korban penembakan di masjid di Selandia Baru.

Mengajak umat Islam dunia dan umat Islam Indonesia khususnya untuk melakukan shalat ghaib bagi para korban wafat, kata Niam.

Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggalang solidaritas guna membantu korban.

Niam juga mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan persaudaraan ke-Islaman, kebangsaan dan kemanusiaan.

MUI, kata dia, berduka cita atas meninggalnya puluhan jamaah shalat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru dan mengutuk terorisme yang dilakukan.

Mengutuk keras aksi teror anti-Islam di Selandia Baru. Tindakan itu merupakan tindakan biadab yang bertentangan dengan perikemanusiaan. Ini adalah tragedi kemanusiaan terkeji di dunia yang mencederai kemuliaan manusia, kata dia.

Niam meminta pemerintah Indonesia agar segera memberikan dukungan bagi pemulihan korban, baik korban WNI maupun warga negara lain.

Selain itu, pemerintah Indonesia agar menjalin kontak pemerintah Selandia Baru untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum serta memastikan perlindungan bagi umat beragama, ucap dia.

Oleh Azis Kurmala
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TKI Hong Kong hilang ditemukan Polisi Shenzhen

Beijing (ANTARA) – Seorang tenaga kerja Indonesia yang hilang sejak Minggu (10/3), akhirnya ditemukan oleh petugas kepolisian di Shenzhen, China.

“Tadi malam telah ditemukan PMI (pekerja migran Indonesia) tersebut,” kata Konsul Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Yuni Suryati, kepada Antara di Beijing, Sabtu.

TKI asal Majalengka, Jawa Barat, Yayah Sunayah (36) sebelumnya dikabarkan hilang saat berwisata ke Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada Minggu (10/3).

Pekerja migran perempuan tersebut berangkat ke Shenzhen yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Hong Kong itu bersama beberapa wisatawan melalui jasa agen perjalanan wisata.

Begitu salah satu anggota rombongannya hilang, agen perjalanan wisata tersebut langsung melapor kepada kepolisian di Shenzhen, KJRI Hong Kong, dan KJRI Guangzhou.

Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou Gustanto mengaku menerima informasi hilangnya seorang warga negara Indonesia itu pada Senin (11/3).

“Rencananya hari ini akan diserahterimakan dari Polisi Shenzhen kepada biro perjalanan wisata itu,” katanya.

Kemudian Yayah akan diantar ke KJRI Hong Kong untuk ditampung sementara sambil menyelesaikan proses administrasi dengan agen penyalur tenaga kerja Indonesia dan majikannya di Hong Kong.

Sebelumnya Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Tri Tharyat menyoroti maraknya TKI Hong Kong yang bekerja secara ilegal di Shenzhen.

Praktik tidak sah itu terjadi lantaran sulitnya pengawasan dan terlalu mudahnya para TKI mendapatkan visa mengunjungi wilayah China daratan.

Hong Kong dan Shenzhen terdapat beberapa pos, di antaranya melalui pos pemeriksaan imigrasi Lowu. Pada November 2018, Antara menuju Hong Kong dari Shenzhen hanya dengan menggunakan kereta MRT dari pos pemeriksaan terpadu Lowu-Luohu yang dipisahkan sungai kecil.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kecaman dunia terhadap aksi teror di Christchurch, Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Jumat (15/3) lalu menjadi hari yang kelam bagi warga Selandia Baru, setelah penembakan massal yang menewaskan lebih dari 40 orang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch.

Aksi yang disebut Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sebagai “serangan teroris yang direncanakan dengan baik” itu mengakibatkan sedikitnya 49 korban meninggal dunia dan 20 orang lainnya luka-luka.

Serangan tersebut mendapat kecaman dari para pemimpin dunia, tak terkecuali Presiden RI Joko Widodo.

“Indonesia sangat mengecam keras aksi kekerasan seperti ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan duka mendalam kepada para korban yang jatuh dalam aksi teror tersebut, termasuk diantaranya dua WNI yang terkena tembakan saat sedang beribadah di Masjid Linwood, salah satu target serangan selain Masjid Al-Noor.

Kedua WNI yang merupakan ayah dan anak, segera dilarikan ke Christchurch Public Hospital dan hingga kini masih mendapat perawatan intensif.

Presiden AS Donald Trump melalui akun Twitternya menyampaikan “simpati dan harapan terbaik” kepada warga Selandia Baru yang telah menghadapi “pembantaian mengerikan” di masjid-masjid.

Aksi itu disebutnya telah mengakibatkan “orang-orang tidak bersalah mati tanpa alasan”, dan karena itu AS berdiri bersama Selandia Baru untuk membantu apapun yang diperlukan negara tersebut.

Perdana Menteri Theresa May menyampaikan belasungkawa rakyat Inggris kepada masyarakat Selandia Baru setelah “serangan teroris mengerikan” di Christchurch.

“Menjadikan umat Islam target (serangan) saat mereka berada di tempat ibadahnya adalah tindakan tercela,” kata May dalam video singkat yang diunggah di akun Twitternya.

“Tidak ada tempat dalam masyarakat kita untuk ideologi keji yang mendorong dan menghasut kebencian dan ketakutan. Bersama-sama kita akan mengalahkan mereka yang berusaha menghancurkan nilai-nilai dan cara hidup kita, dan berusaha memecah belah kita,” May melanjutkan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai ungkapan dukacita atas serangan di Christchurch.

“Saya mengutuk serangan teroris sayap kanan yang keras, ekstremis, yang telah mencuri kehidupan begitu banyak warga Selandia Baru yang tidak bersalah ketika mereka beribadah dengan damai di masjid-masjid mereka di Christchurch hari ini,” ujar Morrison melalui akun Twitternya.

Dalam telegram belasungkawa yang dikirimnya, Paus Fransiskus menyampaikan kesedihan atas hilangnya nyawa yang disebabkan “tindakan kekerasan yang tidak masuk akal” di dua masjid di Christchurch.

Paus Fransiskus menegaskan kembali “solidaritas sepenuh hati” yang ia miliki bagi semua warga Selandia Baru, khususnya komunitas Muslim di negara tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melalui juru bicaranya menegaskan kembali “urgensi untuk bekerjasama dengan baik secara global guna melawan Islamofobia dan menghilangkan intoleransi dan kekerasan ekstremisme dalam segala bentuknya.”

Dua pemimpin terkenal di dunia Muslim yakni Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan turut menyampaikan simpati mereka, namun mengungkapkan bahwa serangan tersebut terjadi karena iklim Islamofobia yang meningkat.

“Atas nama negara saya, saya menyampaikan belasungkawa kepada dunia Islam dan orang-orang Selandia Baru, yang menjadi sasaran tindakan tercela ini — contoh terbaru dari meningkatnya rasisme dan Islamofobia,” tulis Erdogan dalam akun Twitternya.

Imran Khan, yang terpilih sebagai perdana menteri Pakistan pada musim panas lalu, mengatakan serangan di Christchurch telah mengonfirmasi bahwa “terorisme tidak memiliki agama.”

Lebih lanjut Khan mengatakan bahwa umat Islam di seluruh dunia telah menjadi sasaran yang didemonstrasikan sejak serangan 9/11 di AS.

“Saya menyalahkan serangan teror yang meningkat ini pada Islamofobia saat ini pasca 11 September di mana Islam dan 1,3 miliar Muslim secara kolektif disalahkan atas tindakan teror apa pun oleh seorang Muslim,” kata Khan dalam tweetnya.

Ungkapan dukacita juga mengalir dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Konselor Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Sementara itu, pernyataan kecaman diungkapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut “serangan terhadap orang-orang yang berkumpul dan beribadah dengan damai adalah mengejutkan dan sinisme.”

Melalui akun Twitternya, Putin menyampaikan harapan agar pelaku yang bertanggungjawab dalam peristiwa tersebut akan “dihukum berat”.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan bahwa tersangka penembakan yang diidentifikasi sebagai Brenton Harrison Tarrant (28), akan muncul di pengadilan pada 5 April 2019.

Ia mengatakan bahwa Tarrant menggunakan lima senjata, termasuk dua senjata semi-otomatis dan dua senapan, untuk melancarkan serangan.

Tarrant diyakini sebagai pelaku tunggal penembakan di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood, ditangkap 36 menit setelah polisi menerima panggilan darurat.

Pria asal Australia itu didakwa atas pembunuhan, dan tidak menutup kemungkinan dijatuhi dakwaan lain setelah proses investigasi berlanjut. 

Oleh Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kampus China sediakan ruang “Indonesia Corner”

Beijing (ANTARA) – Zhejiang Yuexiu University of Foreign Language (ZYUFL) di Kota Shaoxing, China, telah menyediakan ruangan untuk pendirian “Indonesia Corner’.

“Kami akan mengisi ruangan tersebut secara bertahap. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa diresmikan,” kata Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Beijing, Yaya Sutarya, Sabtu.

Menurut dia, ruang tersebut akan menjadi pusat pengembangan kebudayaan Nusantara di China dan tempat bagi masyarakat setempat mempelajari Bahasa Indonesia.

Perguruan tinggi yang berlokasi di teluk Hangzhou (wilayah selatan China) yang dikenal dengan minuman arak berasnya itu memiliki program studi Bahasa Indonesia.

Sampai saat ini terdapat 70 mahasiswa dari berbagai daerah di daratan Tiongkok yang mempelajari Bahasa Indonesia di kampus ZYUFL tersebut.

“Indonesia Corner ini merupakan yang pertama kali didirikan di China dan akan menjadi proyek percontohan bagi tumbuh berkembangnya Indonesia Center lainnya di beberapa perguruan tinggi,” ujar Yaya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pihak rektorat ZYUFL atas fasilitas yang disediakan dalam mendukung berdirinya “Indonesia Corner” itu.

“Fasilitas ini secara tidak langsung juga akan mampu menarik wisatawan China yang ingin berkunjung ke Indonesia sekaligus juga meningkatkan investasi ke Indonesia,” katanya menambahkan.

Dalam waktu dekat ini pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akan mengirimkan guru Bahasa Indonesia ke ZYUFL.

Dalam beberapa tahun terakhir terdapat tren meningkatnya minat warga China untuk belajar Bahasa Indonesia.

Sampai saat ini sekitar 20 unit perguruan tinggi yang tersebar di seluruh pelosok daratan Tiongkok membuka prodi Bahasa Indonesia.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perlindungan WNI di pusaran tragedi berdarah Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Pada Jumat, 15 Maret 2019 dunia dibuat sangat terkejut sekaligus sedih dan marah dengan aksi teror keji yang terjadi di Selandia Baru, satu negara yang biasa dikenal dengan ketenangannya.

Pada hari itu teroris sadis melakukan penembakan massal terhadap umat Muslim yang melaksanakan ibadah sholat Jumat di dua masjid di Selandia Baru hingga menewaskan sebanyak 49 orang dan membuat puluhan orang lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung selama beberapa menit itu.

Insiden berdarah itu terjadi di masjid Linwood Avenue dan masjid Al-Noor di Deans Avenue, yakni dua masjid yang terletak di kota Christchurch, Selandia Baru.

Serangan teror sadis itu pun menimpa sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang sedang beribadah di dua masjid tersebut.

Perlindungan WNI
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di Selandia Baru dalam upaya memberikan perlindungan bagi warganya mencari tahu kondisi warga negara Indonesia (WNI) di negara itu, terutama mereka yang bermukim di kota Christchurch.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memerintahkan kepada Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya untuk mengirimkan satu tim dari KBRI Wellington untuk memeriksa kondisi para WNI di kota Christchurch. Kemenlu RI mencatat ada sebanyak 331 orang WNI di kota Christchurch, termasuk 134 mahasiswa.

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington diketahui bahwa sebanyak enam orang WNI berada di masjid Al-Noor di kota Christchurch pada saat serangan terjadi.

“Saat terjadi penembakan, ada enam WNI di masjid itu,” ujar
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi setelah menerima kabar dari pihak KBRI Wellington.

Dari keenam WNI di masjid Al-Noor, lima orang telah melaporkan diri ke KBRI Wellington bahwa mereka dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara satu orang bernama Muhammad Abdul Hamid masih belum diketahui keberadaannya.

Sementara dari masjid Linwood, KBRI Wellington menemukan bahwa dua WNI, yakni seorang ayah dan anaknya, tertembak dalam serangan teror itu.

Berdasarkan informasi dari KBRI, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebutkan bahwa kondisi sang ayah yang bernama Zulfirmansyah masih kritis dan dirawat di ruang ICU Christchurch Public Hospital. Sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil dan berada di ruang perawatan biasa.

Akan tetapi, berbagai upaya yang dilakukan untuk menghimpun informasi mengenai keberadaan dan keadaan para WNI di Christchurch pada saat dan  penembakan bukanlah hal yang mudah.

Tim dari KBRI Wellington menemui hambatan karena tidak mendapatkan akses penerbangan menuju ke Christchurch. Hal itu disebabkan bandara di kota tersebut ditutup oleh pihak otoritas setempat untuk alasan keamanan. Sementara jarak dari Wellington ke Christchurch mencapai 440 kilometer.

Oleh karena itu, untuk mengetahui kondisi para WNI di Christchurch, tim KBRI Wellington berupaya mengumpulkan informasi melalui koordinasi dengan kelompok warga Indonesia di kota tersebut.

“Tim KBRI Wellington yang menuju ke sana (Christchurch) ternyata terhambat karena penerbangan menuju ke sana dibatalkan. Informasi mengenai WNI yang diterima KBRI didapat dari kelompok WNI yang ada di kota tersebut,” kata Arrmanatha.

Dia menyebutkan bahwa pihak otoritas Selandia Baru melarang semua penerbangan dari dan ke kota Christchurch pascaperistiwa penembakan di dua masjid di kota tersebut.

“Kota Christchurch dalam kondisi ‘locked down’ saat ini, tidak ada penerbangan yang bisa masuk ke sana. Polisi Selandia Baru sedang mengamankan bandara Christchurch sehingga tidak ada penerbangan dari dan ke kota tersebut,” ujar dia.

Selanjutnya, tim perlindungan WNI dari KBRI Wellington masih harus terus memantau perkembangan situasi dan kondisi para WNI di Christchurch pascaperistiwa penembakan keji tersebut melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan Pelajar Indonesia setempat.

Imbauan 
Untuk upaya perlindungan selanjutnya, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Wellington mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh komunitas WNI di Selandia Baru untuk tetap tenang dan waspada, serta mematuhi peraturan dan petunjuka dari pihak keamanan di Selandia Baru.

Selain itu, WNI di Christchurch serta sejumlah kota lain yang informasinya terdaftar di KBRI Wellington pun telah dihubungi untuk diperiksa keadaannya.

KBRI Wellington sampai sekarnag masih terus memonitor keadaan di lokasi kejadian, termasuk kondisi di bandara Christchurch, dalam rangka pengiriman bantuan dan tim konsuler ke Christchurch.

Tidak hanya itu, KBRI Wellington membuka layanan hotline dengan nomor +64211950980, +6421366754, dan +64223812065. Pemerintah Selandia Baru juga membuka hotline untuk keluarga korban pada nomor 0800-115-019.

Pihak Kepolisian Selandia Baru telah menetapkan seorang warga negara Australia sebagai tersangka penembakan dan akan segera dituntut ke pengadilan Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pun telah mengutuk aksi penembakan tersebut dan menyebut tindakan keji itu sebagai aksi terorisme.

Indonesia bersama dengan negara-negara lain serta badan-badan internasional telah mengecam keras aksi teror penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru.

“Fakta bahwa ada aksi penembakan di masjid saat ibadah itu tindakan yang patut dikecam. Untuk itu, kami mengecam aksi penembakan yang dilakukan di masjid di kota Christchurch saat umat Islam sedang melakukan ibadah,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Jumat (15/3).

Pemerintah dan rakyat Indonesia pun menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban serta berharap tragedi serupa tidak akan pernah terjadi lagi. 

Oleh Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden China berbelasungkawa pada korban penembakan Selandia Baru

Beijing (ANTARA) – Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa terhadap para korban penembakan di Selandia Baru melalui pesan yang dikirimkan kepada Gubernur Jenderal Patsy Reddy.

Dalam pesannya itu, Xi menunjukkan rasa keprihatinannya atas insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Selandia Baru itu menjelang shalat Jumat (15/3).

Atas nama pemerintah dan rakyat China, Xi menyatakan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Selandia Baru, demikian media resmi China melaporkan, Sabtu.

Perdana Menteri China Li Keqiang juga mengirimkan pesan yang sama kepada Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Puluhan orang yang hendak menunaikan shalat Jumat tewas diberondong peluru di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Komisaris polisi setempat menyebutkan jumlah korban meninggal akibat penembakan di dua masjid di Christchurch sebanyak 49 dan seorang lelaki dari empat orang yang ditangkap telah didakwa melakukan pembunuhan.

Sebanyak 41 orang meninggal di Masjid An-Nur, tujuh di Masjid Linwood, dan seorang lagi di Rumah Sakit Umum Christchurch.

Dari enam warga negara Indonesia yang diketahui berada di Masjid An-Nur pada saat kejadian, lima di antaranya telah melaporkan ke Kedutaan Besar RI di Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara satu WNI bernama Muhammad Abdul Hamid masih belum diketahui keberadaannya.

Dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menerima laporan bahwa terdapat dua WNI yang merupakan ayah dan anak menjadi korban penembakan. Kondisi sang ayah, Zulfirmansyah, masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch, sedangkan kondisi anaknya mulai membaik. 

Baca juga: Jakarta nyalakan solidaritas untuk “Christchurch”

Baca juga: Putin kutuk serangan teroris mematikan di Selandia Baru

Baca juga: Umat Islam diminta tidak terpancing kasus penembakan di Selandia Baru

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Palestina kutuk penembakan massal di masjid Selandia Baru

Ramallah (ANTARA) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan puluhan orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Kota Christchurch, Selandia Baru.

“Kami mengutuk serangan teroris yang merenggut puluhan nyawa orang yang sedang shalat dan melukai sejumlah orang lagi di dua masjid di Selandia Baru,” kata Abbas di dalam pernyataan pengutukannya, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam. Ia menggambarkan penembakan tersebut sebagai aksi kejahatan yang mengerikan.

Presiden Palestina itu menyeru semua negara di seluruh dunia agar “menghadapi terorisme dan tidak memperlihatkan toleransi buat kelompok rasis –yang menghasut kekerasan, kebencian rasial dan kebencian kepada orang asing”.

Ia kembali menyampaikan pengutukannya terhadap “segala bentuk terorisme terhadap warga sipil yang tak berdosa, tak peduli sumbernya atau identitas pelakunya”.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan orang yang cedera cepat sembuh.

Sebanyak 49 orang telah meninggal dan lebih dari 40 orang lagi cedera dalam penembakan di dua masjid di Kota Christchurch di Selandia Baru, selama Shalat Jumat. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardem mengatakan penembakan itu adalah serangan teroris yang direncanakan dengan baik.

Sementara itu pemimpin perunding Palestina Saeb Erekat juga mengutuk pembunuhan 49 orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Christchurch.

“Serangan teroris ini, yang merenggut 49 nyawa orang Muslim yang sedang menunaikan Shalat Jumat di dua masjid di Selandia Baru dilakukan akibat ideologi ekstremis, yang menyebar benih perang agama,” kata Erekat di dalam surat pengutukannya.

Ia menambahkan bahwa ia menyampaikan “doa, pikiran dan air mata” serta kepedihan rakyat Palestina, Kristen dan Muslim, kepada rakyat Selandia Baru, terutama keluarga korban.

Erekat mendesak diakhirinya pembunuhan yang dilakukan dengan mengatasnamakan agama dan mencela penggunaan agama untuk tujuan politik. Ia mengenang serangan yang ditujukan ke tempat ibadah, termasuk oleh pemukim Yahudi Baruch Goldstein, yang membantai 29 orang Palestina yang sedang Shalat Subuh di Masjid Ibrahim di Al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat Sungai Jordan pada 1994 dan serangan terhadap sinagoga di Pittsburgh tahun lalu.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Teroris serang masjid di Christchurch

Teroris serang masjid di Christchurch

Empat orang teroris melakukan penembakan membabi-buta di dua masjid yang dipenuhi jamaah shalat Jumat di Selandia Baru (15/3/2019). Sebanyak 49 orang tewas dalam penyerangan tersebut, 2 di antaranya adalah warga negara Indonesia.

Indonesia kutuk aksi terorisme di Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Puluhan anggota jamaah sholat Jumat tewas diberondong peluru di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru.

Komisaris polisi Selandia Baru pada Jumat mengatakan jumlah korban meninggal akibat penembakan di dua masjid di Christchuch jadi 49 dan seorang lelaki dari empat orang yang ditangkap telah didakwa melakukan pembunuhan.

Sebanyak 41 orang meninggal di satu masjid, tujuh lagi serta satu orang meninggal di rumah sakit, kata Mike Bush kepada wartawan, sebagaimana dikutip Reuters –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat sore. Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai “peristiwa yang direncanakan dengan sangat baik”.

Lelaki yang dijadikan tersangka pembunuh berusia akhir 20-an tahun dan dijadwalkan hadir di pengadilan Christchurch pada Sabtu, tambah Bush.

Atas kejadian memilukan itu, Presiden Joko Widodo mengecam keras aksi kekerasan berupa penembakan yang terjadi di dua masjid di Selandia Baru.

“Indonesia sangat mengecam keras aksi kekerasan seperti ini. Saya juga menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban yang ada dari aksi tersebut,” ujar Presiden Joko Widodo.

Atas kejadian tersebut, Presiden mengimbau warga negara Indonesia yang ada di Selandia Baru untuk meningkatkan kewaspadaan. “Semuanya hati-hati dan waspada,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla atas penembakan yang terjadi di Selandia Baru.

Jusuf Kalla mengutuk pelaku penembakan terhadap jemaah di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat dan menyampaikan ungkapan belasungkawa terhadap korban.

“Disamping tentu kita mendoakan korban, juga mengutuk pelakunya yang menurut kabar mungkin empat orang. Berarti ini suatu upaya yang sangat terorganisir, sangat direncanakan dengan baik, apalagi dia membawa kamera, ‘live streaming’ waktu kejadian itu,” kata Jusuf Kalla.

Atas nama Pemerintah dan selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla merasa sedih atas insiden yang menewaskan puluhan orang itu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Sholeh mengajak umat Islam untuk melaksanakan shalat jenazah secara ghaib yang ditujukan bagi korban penembakan di masjid di Selandia Baru.

“Mengajak umat Islam dunia dan umat Islam Indonesia khususnya untuk melakukan shalat ghaib bagi para korban wafat,” kata Niam kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggalang solidaritas guna membantu korban.

Niam juga mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan persaudaraan ke-Islaman, kebangsaan dan kemanusiaan.

MUI berduka cita atas meninggalnya jamaah shalat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru dan mengutuk terorisme yang dilakukan.

“Mengutuk keras aksi teror anti-Islam di Selandia Baru. Tindakan itu merupakan tindakan biadab yang bertentangan dengan perikemanusiaan. Ini adalah tragedi kemanusiaan terkeji di dunia yang mencederai kemuliaan manusia,” kata dia.

Niam meminta pemerintah Indonesia agar segera memberikan dukungan bagi pemulihan korban, baik korban WNI maupun warga negara lain.

Selain itu, pemerintah Indonesia agar menjalin kontak pemerintah Selandia Baru untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum serta memastikan perlindungan bagi umat beragama.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas mengatakan pelaku penembakan Masjid Al Noor di Selandia Baru adalah biadab. “Kita belum tahu pasti siapa pelaku dan apa motifnya. Namun, siapapun dan apapun motifnya, itu tindakan biadab.”

Dia mengatakan penembakan itu adalah tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan dan jauh dari nilai agama. Aksi terkeji itu juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri.

Menurut dia, dunia layak mengutuk kasus tersebut. Robikin berharap kasus itu dapat segera diselesaikan.

Bentuk terorisme

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhamamdiyah mengatakan pelaku penembakan jamaah masjid di Selandia Baru merupakan teroris dan tindakan tersebut adalah bentuk terorisme.

“Pemuda Muhammadiyah mengutuk keras dan mengecam tindakan terorisme tersebut serta menuntut penegak hukum mengadili pelaku dengan sanksi hukum seberat-beratnya,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto.

Menurut dia, kota Christchurch tempat kejadian terorisme itu sejatinya adalah kota dengan sejuta taman yang ramah pada pendatang dan damai.

Kini kota tersebut ternodai aksi teroris biadab. Hanya saja, pemerintah Selandia Baru cenderung tidak melakukan aksi pencegahan atas peristiwa itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), H. Syafruddin mengajak agar seluruh umat muslim di Indonesia untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas, menyusul aksi penembakan di dua masjid di Christchurch Selandia Baru, saat umat muslim di sana menunaikan salat Jumat.

“Saya minta kepada seluruh umat muslim Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah-langkah yang melanggar aturan,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan turut berduka cita bagi seluruh korban penembakan brutal itu. “Innalillahi wainnaailaihi rojiun, atas nama pribadi dan DMI saya menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya bagi seluruh umat muslim yang menjadi korban penembakan brutal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Selandia Baru usai menjalankan salat Jumat,” kata dia yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) ini.

KBRI terus memantau

KBRI Wellington terus melakukan monitoring dan menyiapkan bantuan kekonsuleran terhadap peristiwa penembakan yang terjadi di Christchurh pada hari ini, Jum’at, 15 Maret 2019 di Masjid An-Nur dan Masjid Linwood.

Dari 6 (enam) WNI yang diketahui berada di Masjid An-Nur pada saat kejadian penembakan hari ini, 5 (lima) orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara 1 (satu) orang atas nama Muhammad Abdul Hamid masih belum diketahui keberadaannya.

Sementara dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menerima bahwa terdapat dua WNI (seorang ayah dan anaknya) yang tertembak. Kondisi sang ayah, Zulfirmansyah, masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch Public Hospital. Sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil.

Pihak Kepolisian Selandia Baru telah mengeluarkan informasi terdapat 49 korban meninggal dunia. 41 orang meninggal di Masjid An-Nur, 7 orang meninggal di Masjid Linwood, dan seorang meninggal di RS Christchurch Public Hospital.

Pemerintah Selandia Baru membuka hotline untuk keluarga korban pada nomor 0800-115-019.

Pihak Kepolisian Selandia Baru telah menetapkan seorang tersangka penembakan hari ini dan akan segera dituntut ke pengadilan.

Pemerintah Selandia Baru melalui Perdana Menteri Jacinda Ardern telah mengutuk aksi penembakan tersebut dan menyebut tindakan keji ini sebagai aksi terorisme.

Kemudian, Airport di Christchurch sejak sore hari ini ditutup oleh otoritas setempat demi alasan keamanan.

Disamping itu KBRI Wellington mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh masyarakat WNI di Selandia Baru tetap dalam keadaan tenang dan waspada, serta mematuhi himbauan dari pihak keamanan negara itu.

WNI di Christchurch serta sejumlah kota lain yang informasinya terdaftar di KBRI Wellington telah dihubungi untuk diketahui keadaannya.

KBRI Wellington terus memonitor keadaan di lokasi kejadian, termasuk kondisi di Bandara Christchurch, dalam rangka pengiriman bantuan dan tim konsuler ke Christchurch.

KBRI Wellington tetap membuka nomor hotline dengan nomor +64211950980, +6421366754, dan +64223812065

Kondisi korban

Kakak korban penembakan di Masjid Al Noor Kota Christcurch, Selandia Baru, Hendra mengatakan kondisi adiknya Zulfirmansyah dan anaknya M mulai membaik pascaserangan teror pada Jumat siang.

“Adik saya kondisinya sudah mulai stabil, namun belum sadar, sementara anaknya kondisinya juga mulai membaik,” kata dia di Padang, Jumat malam.

Ia mengatakan keduanya dalam perawatan medis di salah satu rumah sakit di daerah tersebut.

Selain itu adiknya telah melalui operasi pengangkatan peluru yang ada di tubuhnya, untuk detail jumlah peluru yang bersarang di tubuh korban, dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya mendapat info, paru-parunya bocor karena peluru namun telah melalui masa kritis,” kata dia

Sedangkan anaknya kondisinya juga mulai membaik meskipun kaki dan tangannya terkena tembakan.

Tidak sebarkan konten

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan di Selandia Baru.

Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

“Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu.

Dia mengatakan Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

“Kementerian Kominfo mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukan dan mengenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru,” kata dia.*

Baca juga: F-Demokrat: Penembakan di Selandia Baru sejarah kelam dunia

Baca juga: ACT gelar aksi solidaritas kecam penembakan di Masjid Selandia Baru

Baca juga: Keluarga berharap pemerintah fasilitasi mereka berangkat ke Selandia Baru

Oleh Azis Kurmala
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu WNI korban penembakan Christchurch masih kritis

Jakarta (ANTARA) – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menyampaikan bahwa seorang WNI yang menjadi korban dalam penembakan massal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, masih dalam kondisi kritis.

“Ada dua warga kita yang menjadi korban tembakan, bapak dan anak. Bapak dalam keadaan kritis karena tembakan berkali-kali, sementara anaknya kena tembakan satu kali,” kata Dubes Tantowi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kondisi sang ayah atas nama Zulfirmansyah masih kritis dan dirawat di ICU Christchurch Public Hospital, sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil.

Kedua WNI tersebut tertembak di Masjid Linwood, salah satu masjid yang menjadi sasaran kelompok teroris selain Masjid Al-Noor.

Dari enam WNI yang diketahui berada di Masjid Al-Noor pada saat kejadian penembakan hari ini, lima orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara satu orang atas nama Muhammad Abdul Hamid masih belum diketahui keberadaannya.

KBRI Wellington terus melakukan pemantauan dan menyiapkan bantuan konsuler terhadap peristiwa penembakan yang terjadi di Christchurch.

“Ada 344 WNI di Christchurch dan kami sedang kontak satu per satu. Kami terus melakukan komunikasi dengan polisi setempat dan warga kita di sana. Kami sendiri belum bisa ke sana karena semua penerbangan ke Christchurch dibatalkan, bandara ditutup dan baru dibuka besok,” kata Tantowi.

KBRI Wellington telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh WNI di Selandia Baru agar tetap tenang dan waspada, serta mematuhi himbauan dari pihak keamanan Selandia Baru.

KBRI Wellington terus memonitor keadaan di lokasi kejadian, termasuk kondisi di Bandara Christchurch, untuk pengiriman bantuan dan tim konsuler ke Christchurch.

KBRI Wellington tetap membuka nomor hotline dengan nomor +64211950980, +6421366754, dan +64223812065

Kepolisian Selandia Baru telah merilis informasi mengenai jumlah korban, yakni 49 korban meninggal dunia, masing-masing 47 korban meninggal dunia di Masjid Al-Noor, tujuh orang meninggal di Masjid Linwood, dan satu orang meninggal di Christchurch Public Hospital.

Pemerintah Selandia Baru membuka hotline untuk keluarga korban pada nomor 0800-115-019.

Kepolisian Selandia Baru juga telah menetapkan seorang tersangka penembakan hari ini dan akan segera dituntut ke pengadilan Selandia Baru.

Pemerintah Selandia Baru melalui Perdana Menteri Jacinda Ardern telah mengutuk aksi penembakan tersebut dan menyebut tindakan keji ini sebagai aksi terorisme.

Baca juga: Dua WNI jadi korban penembakan di masjid di Selandia Baru

Baca juga: Enam WNI ada di Masjid Al-Noor saat penembakan Christchurch

Baca juga: Tiga WNI selamat dari aksi penembakan di masjid Selandia Baru

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AS kutuk serangan masjid di Selandia Baru sebagai ‘tindakan kebencian yang ganas”

Washington (ANTARA) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutuk “pembunuhan mengerikan” di dua masjid di Selandia Baru pada Jumat, serangan yang telah membunuh 49 orang yang oleh Gedung Putih disebut “tindakan kebencian yang ganas.”

Pembunuhan massal yang terjadi saat sholat Jumat itu melukai lebih dari 40 orang dalam penembakan massal yang terburuk, dan Perdana Mneteri Jacinda Ardern mengutuknya sebagai terorisme.

“Saya menyampaikan rasa simpati dan salam kepada rakyat Selandia Baru setelah pembunuhan massal yang mengerikan di masjid-masjid itu. Sebanyak 49 orang tak bersalah telah meninggal, dengan banyak lagi yang menderita luka parah. AS berdiri bersama Selandia Baru untuk melakukan apa saja yang dapat kami lakukan,” cuit Trump di Twitter.

Sebelumnya Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan dalam satu pernyataan bahwa AS sangat mengutuk serangan tersebut.

“Amerika Serikat mengutuk keras serangan itu di Christchurch. Doa kami untuk para korban dan keluarga mereka. Kami menyatakan solidaritas bersama rakyat Selandia Baru dan pemerintah mereka terhadap aksi kebencian yang ganas,” kata Sanders.
Sumber: Reuters
Baca juga: Gubernur Sumbar kutuk penembakan di Selandia Baru
Baca juga: Putin kutuk serangan teroris mematikan di Selandia Baru
Baca juga: Kemenkominfo imbau publik tak sebar konten kekerasan Selandia Baru
Baca juga: Orang tua korban penembakan Selandia Baru belum diberitahu

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Putin kutuk serangan teroris mematikan di Selandia Baru

Moskow (ANTARA) – Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengirim pesan kepada Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardem, untuk menyampaikan belasungkawa sehubungan dengan serangan teroris mematikan di Kota Christchurch, tempat beberapa penembak menyerang orang yang sedang Shalat Jumat di dua masjid, kata dinas pers Kremlin.

“Itu adalah serangan sinis yang brutal terhadap warga sipil yang telah berkumpul untuk shalat,” demikian antara lain isi pesan itu, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Rusia, TASS –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat sore.

“Saya berharap mereka yang terlibat dalam kejahatan ini akan menerima hukuman yang setimpal,” tambah Putin.

Menurut dia, rakyat Rusia turut berduka buat mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai dan mendoakan mereka yang cedera cepat sembuh.

Beberapa penembak melepaskan tembakan di Masjid An-Noor dan Linwood di Christchurch sekitar pukul 13.45 waktu setempat (08.WIB), Jumat. Serangan tersebut menewaskan tak kurang dari 49 orang dan membuat lebih dari 20 orang lagi cedera. Polisi juga menemukan dan menjinakkan dua bom rakitan yang ditaruh di mobil yang diparkir di dekat masjid itu.

Empat tersangka –tiga lelaki dan satu perempuan– ditahan. Namun, polisi mengatakan ada alasan untuk percaya bahwa tidak semua penyerang telah dibekuk.

Sumber: TASS
Baca juga: Korban meninggal dalam penembakan di masjid Selandia Baru jadi 49
Baca juga: Tim KBRI Wellington terhambat masuk ke Christchurch
Baca juga: 40 tewas, 20 luka parah dalam penembakan masjid di Selandia Baru

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korban meninggal dalam penembakan di masjid Selandia Baru jadi 49

Sydney (ANTARA) – Komisaris polisi Selandia Baru pada Jumat mengatakan jumlah korban meninggal akibat penembakan di dua masjid di Christchuch jadi 49 dan seorang lelaki dari empat orang yang ditangkap telah didakwa melakukan pembunuhan.

Sebanyak 41 orang meninggal di satu masjid, tujuh lagi serta satu orang meninggal di rumah sakit, kata Mike Bush kepada wartawan, sebagaimana dikutip Reuters –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat sore. Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai “peristiwa yang direncanakan dengan sangat baik”.

Lelaki yang dijadikan tersangka pembunuh berusia akhir 20-an tahun dan dijadwalkan hadir di pengadilan Christchurch pada Sabtu, tambah Bush.

Baca juga: Kecam penembakan masjid, Turki serukan penghentian islamofobia

Baca juga: 40 tewas, 20 luka parah dalam penembakan masjid di Selandia Baru

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga WNI selamat dari aksi penembakan di masjid Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa tiga orang warga negara Indonesia (WNI) selamat dari aksi penembakan yang terjadi di satu masjid bernama Al-Noor di Kota Christchurch di Selandia Baru.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta pada Jumat setelah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Selandia Baru.

Menlu Retno menyebutkan bahwa saat terjadi penembakan terdapat enam orang WNI di mesjid tersebut, namun tiga WNI berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, tiga orang lainnya belum diketahui kondisinya.

“Saat terjadi penembakan, ada enam WNI di mesjid itu, tiga sudah konfirmasi berhasil menyelamatkan diri, dan tiga lainnya belum diketahui kondisinya,” kata Menlu Retno.

Untuk itu, pihak Kementerian Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan KBRI di Wellington untuk memastikan keadaan dari tiga orang WNI yang belum diketahui kondisinya tersebut.

“Hari ini saya akan terus berkomunikasi dengan duta besar kita di Wellington untuk memastikan keadaan dari tiga WNI lainnya yang belum bisa dihubungi,” ujar Menlu Retno.

Berdasarkan catatan Kemenlu, terdapat 330 orang WNI yang bermukim di kota Christchurch di Selandia Baru, dan 130 diantaranya adalah mahasiswa.

Sebelumnya, telah terjadi aksi penembakan di masjid Al-Noor di kota Christchurch di Selandia Baru pada saat sejumlah umat Islam sedang beribadah di mesjid tersebut pada Jumat (15/3).

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa seorang saksi mata mengatakan banyak korban tewas dalam aksi penembakan massal di masjid tersebut.

Namun, pihak Kepolisian Selandia Baru belum menggambarkan skala insiden penembakan itu, tetapi menyerukan kepada semua orang untuk tetap berada di dalam ruangan. 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim KBRI Wellington terhambat masuk ke Christchurch

Jakarta (ANTARA) – Tim dari KBRI di Wellington yang bertugas mencari informasi lebih lanjut mengenai kondisi WNI pascaperistiwa penembakan di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, mengalami hambatan masuk ke kota tersebut karena otoritas menutup semua penerbangan dari dan ke Christchurch.

“Kami mendapat informasi bahwa tim KBRI Wellington yang menuju ke sana (Christchurch) ternyata terhambat karena penerbangan menuju ke sana di-cancel. Informasi mengenai WNI yang diterima KBRI didapat dari kelompok WNI yang ada di kota tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Jumat.

Arrmanatha menyebutkan bahwa pihak otoritas Selandia Baru melarang semua penerbangan dari dan ke kota Christchurch pascaperistiwa penembakan di masjid di kota tersebut.

“Kota Christchurch dalam kondisi locked down saat ini, tidak ada penerbangan yang bisa masuk ke sana. Polisi Selandia Baru sedang mengamankan bandara Christchurch sehingga tidak ada penerbangan dari dan ke kota tersebut,” ujar dia.

Sebelumnya, aksi teror penembakan massal terjadi di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat, 15 Maret 2019.

Aksi penembakan di masjid di kota Christchurch di Selandia Baru itu terjadi pada saat sejumlah umat Islam sedang melaksanakan ibadah sholat Jumat. Pemerintah Selandia Baru pun telah menyatakan aksi penembakan itu sebagai serangan teroris.

Selain itu, pihak Kepolisian Selandia Baru telah menyerukan kepada semua orang untuk mengurangi aktivitas di luar dan berusaha tetap berada di dalam ruangan. 

Baca juga: Dua WNI jadi korban penembakan di masjid di Selandia Baru

Baca juga: Presiden kecam penembakan masjid di Christchurch Selandia Baru

Baca juga: 40 tewas, 20 luka parah dalam penembakan masjid di Selandia Baru

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019