Singapura sita 12,9 ton sisik trenggiling

Antara

Singapura (ANTARA) – Pihak berwenang Singapura menyita 12,9 ton sisik trenggiling yang ditemukan di dalam kontener yang siap dikapalkan ke Vietnam, sebagai pen yitaan terbesar untuk sisik hewan itu dalam lima tahun, menurut petugas, Kamis.

Sisik trenggiling, hewan yang banyak diburu itu ditemukan pada Rabu terbungkus dalam 230 kantong di dalam kontener beserta 177 kg gading gajah.

“Pernyataan pengapalan menyebutkan isi barang berupa daging sapi beku dari Nigeria menuju Vietnam,” menurut Dewan Taman Nasional dan Pabean Singapura, yang memperkirakan nilai dari bagian-bagian hewan itu sebesar 38 juta dolar.

Trenggiling adalah mahluk bersisik yang langka. Hewan ini biasa diincar dagingnya, yang disebut enak, dan sisiknya yang banyak digunakan dalam obat tradisional China untuk menyembuhkan beberapa penyakit radang sendi hingga kanker.

Penyitaan pada Rabu merupakan sitaan sisik terbesar secara menyeluruh dalam lima tahun dan diperkirakan dikumpulkan dari 17.000 trenggiling, menurut dewan taman nasional.

Sekitar 100.000 trenggiling diburu dari alam bebas setiap tahun, dari delapan jenis yang ada di Afrika dan khususnya di Asia, kini menjadi terancam, menurut kelompok pelestari WildAid.

Pada Februari, pabean Hong Kong membongkar penyelundupan besar-besaran jenis-jenis mahluk langka dari Afrika dan menyita sisik trenggiling serta gading gajah bernilai jutaan dolar.

Kelompok pelestari mengatakan Singapura merupakan titik persinggahan perdagangan gelap margasatwa. Negara kota itu menandatangani konvensi internasional tentang Perdagangan margasawta dan tumbuhan langka (CITES) dan dinyatakan ikut berjanji untuk memberantas upaya global memberantas perdagangan gelap margasatwa.

Sumber: Reuters
 

Penerjemah: Maria Dian A
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019