Polisi Myanmar yang jerat wartawan reuters dibebaskan dari penjara

Yangon (ANTARA News) – Seorang personel polisi yang mengatakan kepada pengadilan tahun lalu bagaimana rekan-rekannya menjerat dua wartawan Reuters dengan memberikan dukomen-dokumen rahasia, dibebaskan dari penjara pada Jumat.

Personel polisi itu yang bernama Kapten Moe Yan Naing dijatuhi hukuman penjara setahun karena melanggar disiplin kepolisian.

Dalam kesaksian yang diliput luas untuk peradilan wartawan Wa Lone, 32 tahun, dan Kyaw Soe Oo, 28 tahun, Kapten Moe Yan Naing memberi rincian selama berjam-jam yang mengarah kepada penangkapan wartawan Reuters itu pada 12 Desember 2017 dan mengatakan bahwa polisi sudah mengaturnya, demikian Reuters melaporkan.

Beberapa saat setelah sidang di pengadilan pada April, Moe Yan Naing dijatuhi hukuman penjara karena melanggar Akta Disiplin Kepolisian dengan berbicara kepada Wa Lone. Keluarganya juga dikeluarkan dari kompleks perumahan polisi di Naypyitaw, ibu kota Myanmar.

Baca juga: Dua wartawan Reuters ditangkap di Myanmar

Saat itu Kolonel Myo Thu Soe, juru bicara kepolisian, mengatakan kepada Reuters Moe Yan Naing dijatuhi hukuman sesuai dengan UU itu dan “perkaranya diproses di mahkamah kepolisian”, tanpa memberi penjelasan lebih jauh.

Polisi juga mengatakan pada saat itu perintah pengusiran tidak terkait dengan pengakuan Moe Yan Naing di peradilan kedua wartawan Reuters.

Moe Yan Naing mengeritik undang-undang tersebut yang menyebabkan ia dihukum,

“Undang-Undang Disiplin Kepolisian ini merupakan salah satu UU yang harus kita ubah sementara kita berjalan ke arah demokrasi,” kata dia kepada wartawan di luar penjara Insein, di pinggiran kota Yangon, setelah pembebasannya. “UU ini bisa menyebabkan polisi banyak menderita karena sudah tak sesuai zaman,” kata dia.

Baca juga: Pengunjuk rasa serukan Myanmar bebaskan wartawan Reuters

Ketika ditanya bagaimana perasaannya tentang orang-orang yang memerintahkan penangkapannya, Moe Yan Naing mengatakan ia akan menghibur diri melalui agama yang dipeluknya. “Saya penganut agama Budha dan berharap tenang setelah berdoa,” kata dia, dan dia meminta maaf atas penahanan dua wartawan Reuters itu.

Seorang jubir kepolisian tak dapat dihubungi untuk meminta komentar.

Moe Yan Naing dibebaskan setelah menjalani masa hukuman sekitar sembilan bulan dari hukuman setahun. Pengurangan masa hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Myanmar karena nara pidana dipandang berkelakuan baik.

Pada September, pengadilan Yangon menjatuhkan hukuman masing-masing tujuh tahun atas Wa Lone dan Kyaw Soe Oo karena bersalah melanggar Akta Rahasia Resmi yang dibuat semasa era kolonial.(Uu.M016/M007)

Redaktur: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019