Dubes Tantowi jenguk korban penembakan Christchurch

Jakarta (ANTARA) – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menjenguk dua WNI yang masih dirawat di Christchurch Public Hospital, akibat terkena tembakan dalam serangan teror di dua masjid kota tersebut.

Dubes Tantowi dan tim konsuler KBRI Wellington menjenguk Zulfirman Syah yang masih mendapat perawatan medis di Christchurch Public Hospital, setelah menjalani serangkaian operasi akibat tembakan berkali-kali yang melukai tubuhnya.

Sementara kondisi anak laki-laki Zulfirman Syah, yang ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut, diketahui sudah stabil, demikian keterangan tertulis KBRI Wellington yang diterima di Jakarta, Sabtu.

KBRI Wellington mengapresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Zulfirman Syah selama masa perawatan di rumah sakit tersebut.

Sebelum menjenguk WNI yang menjadi korban, Dubes Tantowi meninjau lokasi Masjid Al-Noor yang menjadi salah satu sasaran teror serta melakukan doa bersama masyarakat di Hagley Park yang ditujukan untuk menghormati para korban serta keluarganya.

KBRI Wellington juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington telah membentuk Posko Sementara Paska Peristiwa Penembakan yang bekerja selama 24 jam sejak Jumat (15/3).

Posko ini bertugas memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington membuka hotline dan menunjuk contact persons untuk dapat dihubungi selama 24 jam, yaitu:

Sdr. Rendy Ramanda (+6421 1950 980)
Sdr. Luth Anugranya (+6422 3812 065)

Baca juga: Satu WNI korban penembakan di Christchurch meninggal dunia

Baca juga: Kecaman dunia terhadap aksi teror di Christchurch, Selandia Baru

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019