China sebut laporan kepatuhan WTO AS tidak berdasar

Beijing (ANTARA News) – China menentang sebuah laporan yang dikeluarkan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) mengenai kepatuhan negara itu terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), kata Kementerian Perdagangan China, yang mengatakan laporan tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Laporan itu didasarkan pada undang-undang dalam negeri AS dibandingkan dengan kesepakatan WTO dan peraturan-peraturan multilateral, kata Kemendag dalam sebuah pernyataan pada Selasa (5/2) malam.

Baca juga: Trump bantah berencana keluar dari WTO

Sebagian besar tuduhan terhadap China dalam laporan itu melampaui komitmen mereka terhadap WTO, tidak memiliki dasar hukum dan data faktual yang cukup, imbuh Kemendag.

Kemendag mengatakan China dengan tegas mendukung sistem perdagangan multilateral dan berpartisipasi dalam reformasi WTO serta sangat menentang tindakan sepihak serta proteksionisme.

Merundingkan peraturan baru WTO untuk mencoba mengekang praktik perdagangan “merkantilisme” China akan menjadi upaya yang sia-sia, kata Kantor Perwakilan Dagang AS pada Senin. Lembaga itu berjanji akan mengupayakan pendekatan sepihak untuk melindungi para pekerja, petani, dan pelaku usaha AS.

Kantor Perwakilan Dagang AS menggunakan laporan tahunannya kepada Kongres mengenai kepatuhan China terhadap WTO untuk membenarkan tindakannya dalam perang dagang enam bulan terhadap Beijing. Tindakan itu ditujukan untuk menekan perubahan model perekonomian China.

Presiden Donald Trump pekan lalu mengatakan dia ingin bertemu Presiden China Xi Jinping dalam beberapa pekan kedepan untuk mewujudkan perjanjian dagang komprehensif dengan Beijing.

Meskipun demikian menurut Reuters,  Trump juga mengakui bahwa masih belum jelas apakah kesepakatan tersebut bisa dicapai.

Penyunting: I Wayan Yoga/Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019