ASEAN Foundation-Microsoft luncurkan Program Inovasi Digital

Jakarta (ANTARA) – ASEAN Foundation bekerja sama dengan Microsoft meluncurkan Program Inovasi Digital ASEAN untuk menciptakan generasi Pemuda ASEAN yang siap menghadapi era digital di masa depan.

ASEAN Foundation dan Microsoft mengumumkan peluncuran Program Inovasi Digital ASEAN itu di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kamis, dengan tujuan untuk melengkapi para pemuda ASEAN berusia 15 hingga 35 tahun dengan keterampilan digital,

“Saya sangat senang menyaksikan peluncuran Pogram Inovasi Digital ASEAN ini yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda ASEAN yang siap era digital di masa depan. Ini adalah program yang sangat bagus,” kata Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi pada acara peluncuran program tersebut.

Sekretaris Jenderal Lim Jock Hoi menyatakan bahwa program itu sejalan dengan fokus ASEAN saat ini pada revolusi industri dan sesuai dengan tema kepemimpinan Thailand tahun ini di ASEAN, yaitu “memajukan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan”. Tema itu menekankan kerja sama berkelanjutan dan semangat untuk tidak membiarkan siapa pun tertinggal. 

Kaum muda, yang menyumbang lebih dari 33 persen populasi ASEAN, diyakini memainkan peran kunci dalam mendorong kawasan Asia Tenggara lebih dekat dengan aspirasi, seperti yang diuraikan dalam cetak biru Komunitas ASEAN.

Kesepuluh negara anggota ASEAN telah mengintensifkan upaya untuk mengembangkan dan memberdayakan pemuda di bawah kesadaran bahwa masa depan ASEAN ada di tangan para pemuda ketika mereka menjadi pemimpin masa depan dan katalis ASEAN untuk pembangunan ekonomi, sosial dan budaya.

Program Inovasi Digital ASEAN bertujuan untuk menjangkau 46.000 pemuda yang terpinggirkan di tujuh negara ASEAN – yaitu Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam – dan membekali mereka dengan keterampilan digital untuk memungkinkan mereka berkembang dalam revolusi industri keempat .

Untuk mencapai tujuan itu, mitra lokal dari masing-masing dari tujuh negara ASEAN akan dibawa untuk memberikan lokakarya peningkatan kapasitas bagi lebih dari 500 pendidik dengan memanfaatkan modul pembelajaran yang dikembangkan secara khusus.

Selain pelaksanaan lokakarya, ada juga kompetisi pembuatan blog regional untuk kaum muda dari 10 negara anggota ASEAN yang akan berlangsung pada akhir tahun. Kompetisi tersebut akan mengajak kaum muda ASEAN untuk membuat blog tentang tantangan pembangunan berkelanjutan di seluruh ASEAN.

Selain kompetisi, tonggak penting lain dari program itu adalah pembuatan laman daring  terintegrasi yang akan diluncurkan pada April tahun ini. Laman  itu akan berfungsi tidak hanya sebagai platform e-learning bagi kaum muda di ASEAN untuk memperdalam keterampilan digital mereka, tetapi juga sebagai media untuk menyebarkan kesadaran soal ASEAN di kalangan pemuda.

“Kami percaya bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan untuk inklusi sosial dan ekonomi. Dengan membekali kaum muda dengan keterampilan digital, kami meningkatkan peluang ekonomi mereka sambil juga mengatasi kekurangan bakat yang dihadapi oleh industri saat mereka bertransformasi secara digital,” kata Yvonne Thomas, Direktur Program Keterampilan Digital Global dari Microsoft Philantrophies.

Dengan Program Inovasi Digital ASEAN, menurut Yvonne, Microsoft berkomitmen untuk membangun kapasitas ASEAN Foundation dan mitra pelatihan lokalnya untuk membekali para pemuda dari kalangan terpinggirkan untuk membangun masa depan pekerjaan mereka.

“Melalui pendidikan ilmu komputer yang berkualitas tinggi dan adil, kaum muda akan mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan keterampilan memecahkan masalah yang merupakan atribut penting bagi mereka untuk berkembang di semua sektor,” katanya.

Salah satu visi dari sektor pendidikan ASEAN adalah untuk mempromosikan komunitas yang mengakui pentingnya pemuda sebagai masa depan ASEAN, dan yang memiliki kesadaran meningkat akan ASEAN sebagai suatu wilayah.

Baca juga: Indonesia-Thailand dorong pengembangan konsep Indo-Pasifik ASEAN
Baca juga: Indonesia angkat isu koperasi pada ajang ASEAN Plus 3

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019