Ralph Fiennes: Saya masih belajar menjadi sutradara

Roppongi, Tokyo (ANTARA News) – Aktor, sutradara dan produser film asal Inggris, Ralph Fiennes, yang telah menyelesaikan film garapannya yang¬† ketiga; “The White Crow”, mengaku masih belajar untuk menjadi sutradara yang baik.

Dalam film terbarunya itu, Ralph Fiennes tidak hanya menjadi sutradara atau film director namun turut memainkan sosok Pushkin dalam “The White Crow” yang mengangkat cerita seniman muda dari buku “Rudolf Nureyev: The Life” karya Julie Kavanagh.

“Saya rasa, saya masih belajar menjadi sutradara. Mimpi saya adalah kembali menjadi sutradara di kesempatan berikutnya,” kata Ralph Fiennes seusai pemutaran “The White Crow” di EX Theater Roppongi, Tokyo, Sabtu (27/10) malam.

Pemeran Gareth Mallory dalam “Skyfall” itu menyatakan akan terus belajar sebagai film director dan tidak mau terjun ke dunia sbobet indonesia editing karena saat ini ia masih sibuk menjadi aktor pada sejumlah film.

“Editing adalah proses yang membutuhkan skill tertentu. Dalam film ini, saya diberkati dengan kemampuan sinematografi para editor yang mendesain ini, juga para aktor,” katanya.

Baca juga: Ralph Fiennes hingga Chibi Maruko Chan melenggang di karpet merah TIFF
Ralph Fiennes di Festival Film Tokyo 2018, Sabtu (27/10). (ANTARA News/Alviansyah P)

Adapun pada tahun depan, Ralph mengatakan masih fokus pada pekerjaannya sebagai aktor, kendati ia berharap setelahnya bisa kembali duduk di kursi sutradara.

“Film ini baru saja selesai dan saya punya beberapa kesempatan berakting kembali pada tahun depan. Ada beberapa ide dan cerita yang akan diajukan kepada saya,” katanya.

“Dan saya rasa, pengalaman menjadi sutradara kali ini akan menjadikan saya lebih baik lagi di masa depan,” pungkas dia.

“The White Crow” merupakan film ketiga yang digarap Ralph Finnes sebagai sutradara setelah “The Invisible Woman” dan “Coriolanus”.

“The White Crow” yang menampilkan aktor muda Oleg Ivenko sebagai tokoh utama Rudolf Nureyev dan Adele Exarchopoulos sebagai Clara Saint, menjadi salah satu dari 16 film yang masuk dalam kompetisi TIFF 2018, setelah menyingkirkan 1.829 judul dari 109 negara dalam proses seleksi.

Baca juga: Cara Edwin satukan ide “Journey” dengan sutradara Asia

Baca juga: Juri kompetisi Festival Film Tokyo ogah baca sinopsis sebelum pemutaran

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018